Bank Dunia Revisi Ramalan Ekonomi RI, Naik Jadi 5,2 Persen
Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:44 WIB
Jakarta, VIVA – Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen. Angka tersebut meningkat 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di level 4,7 persen.
Baca Juga
Revisi tersebut menjadi salah satu catatan dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026. Bank Dunia menilai dampak kenaikan harga energi terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan lebih ringan dari perkiraan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan tetap stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Angka ini merupakan kenaikan 0,5 poin persentase pada proyeksi 2026, karena dampak kenaikan harga energi lebih ringan dari yang diperkirakan,” tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut yang dikutip di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga
Bank Dunia juga mencatat bauran kebijakan pemerintah turut menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Namun, kebijakan tersebut pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Defisit transaksi berjalan Indonesia diproyeksikan melebar menjadi 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026. Sementara itu, seiring berkurangnya stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah diperkirakan semakin bergantung pada investasi swasta.
Baca Juga
Dari sisi harga, inflasi diproyeksikan tetap berada di sekitar batas atas kisaran sasaran bank sentral.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia, Franziska Lieselotte Ohnsorge, mengatakan permintaan domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Yang benar-benar kuat di (ekonomi) Indonesia adalah permintaan domestik. Hal itulah yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan inilah yang sedikit membedakannya dari negara-negara lain di kawasan (Asia),” kata Franziska dalam media briefing yang digelar virtual di Jakarta, Senin.
Proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 5,2 persen juga berada di atas rata-rata pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan mencapai 4,5 persen. Proyeksi kawasan tersebut naik dari perkiraan Bank Dunia pada April 2026 sebesar 4,2 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kenaikan proyeksi Indonesia sejalan dengan kinerja ekonomi pada paruh pertama 2026. Bank Dunia mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen pada semester I 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,1 persen pada 2025.
Pertumbuhan tersebut terutama mencerminkan penguatan konsumsi swasta dan peningkatan belanja pemerintah di sekitar pergantian tahun. Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung lebih awal, pencairan tunjangan hari raya bagi ASN yang dilakukan lebih cepat, serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis turut disebut memengaruhi pengeluaran pada awal 2026.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, aktivitas ekonomi domestik kemudian menunjukkan pelemahan. PMI manufaktur mengalami kontraksi menjadi 49,3 pada Agustus 2026, sementara kepercayaan konsumen turun menjadi 116,8 pada Juli 2026.