Banjir Bandang Nepal: Ribuan Orang Diduga Terjebak, 80 Jembatan Hancur
Jakarta, CNN Indonesia --
Ribuan orang diyakini masih terjebak di antara lumpur dan puing-puing usai banjir bandang dan tanah longsor menyapu wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8).
Badan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (National Disaster Risk Reduction and Management Authority/NDRRMA) pada Kamis (27/8) melaporkan sebanyak 13.295 personel dikerahkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka terdiri dari aparat kepolisian, tentara, dan angkatan kepolisian bersenjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 15 helikopter juga dimobilisasi, antara lain enam milik Angkatan Darat Nepal dan sembilan milik swasta.
Dengan helikopter, 1.976 orang berhasil diselamatkan. Ribuan lainnya diyakini masih terperangkap.
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8). Laporan awal menyebutkan musibah ini dipicu gempa bumi yang mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.
Namun, analisis lebih lanjut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa bumi sebelum tanah longsor dan banjir bandang terjadi.
Berbagai infrastruktur vital hancur imbas bencana ini, di antaranya 35 jembatan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dan 45 jembatan gantung. Sekitar 40 kilometer jalan beraspal juga rusak, demikian menurut Departemen Jalan Raya Nepal.
Banjir mengubah jalanan berkelok di tepi sungai Nepal menjadi hamparan lumpur tebal. Jaringan telepon dan menara seluler kini tidak berfungsi, begitu pula aliran listrik di rumah-rumah yang masih berdiri.
Kondisi ini menyebabkan seperempat juta penduduk Nepal di distrik-distrik paling terdampak bagai berada di pulau terpencil dan terisolasi.
Pada Rabu, Kementerian Energi, Sumber Daya Air, dan Irigasi merinci bahwa sejumlah pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi listrik lumpuh, termasuk 14 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
(blq/dna)