Bandara Sepinggan Balikpapan catat dua penerbangan tertunda akibat kabut asap - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, mencatat dua penerbangan mengalami penundaan (deley) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, di Balikpapan, Kamis, menegaskan bahwa jarak pandang (visibility) di Bandara Sepinggan sebenarnya masih berada dalam batas normal dan operasional bandara berjalan seperti biasa.
Namun, penundaan terpaksa terjadi karena pesawat tertahan di bandara asal.
"Penyebab delay karena menunggu kedatangan pesawat dari Banjarmasin menuju Balikpapan. Ketika penerbangan dari Banjarmasin terlambat, maka jadwal keberangkatan berikutnya dari Balikpapan otomatis ikut terdampak," ujar Iwan.
Dua penerbangan yang terdampak tersebut adalah maskapai Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1395 dan Citilink QG 1494.
Wings Air yang dijadwalkan berangkat pukul 07.55 WITA baru dapat lepas landas pada pukul 09.34 WITA. Sementara itu, Citilink yang semula dijadwalkan mengudara pukul 10.35 WITA harus tertunda hingga pukul 11.35 WITA.
Menurut Iwan, kabut asap karhutla di Kalimantan Selatan telah menurunkan jarak pandang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Kondisi tersebut menghambat rotasi armada yang melayani rute interkoneksi kedua wilayah.
Akibatnya, penerbangan lanjutan dari Balikpapan ikut mundur meskipun cuaca di Balikpapan terpantau aman.
Penurunan jarak pandang menjadi faktor utama yang mempengaruhi rotasi armada, terutama pada rute pendek yang sangat bergantung pada ketepatan waktu kedatangan pesawat dari jadwal sebelumnya.
Saat ini, pihak Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin masih terus memantau perkembangan kabut asap yang berpotensi mengganggu jadwal maskapai.
Sementara itu, pengelola Bandara Sepinggan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan penyesuaian jadwal dapat segera diinformasikan kepada penumpang, serta mengintensifkan pemantauan cuaca di wilayah Kalimantan guna mengantisipasi gangguan lanjutan.
Pewarta: Arumanto/ Novi Abdi
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.