Bali mulai tindaklanjuti rencana pengembangan transportasi massal - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai menindaklanjuti rencana pengembangan infrastruktur transportasi massal yang sebelumnya dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Bapak Presiden melalui Kemenko Infrastruktur kan sudah mengambil langkah-langkah cepat, terbukti kemarin rakor menteri, dan kini kita follow up karena memang kita membutuhkan itu,” kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan dalam rapat tertutup bersama Gubernur Bali, jajaran Deputi Kemenko Infrastruktur, dan PT KAI, yang dibahas pada tahap awal adalah kajian mengenai alternatif transportasi massal yang bisa dikembangkan.

Kabupaten Badung menjadi fokus sebab transportasi massal ini dikembangkan untuk menyelesaikan masalah kemacetan yang mempengaruhi pariwisata di kawasan Bali selatan.

“Ini sedang dikaji dengan berbagai alternatif yang kita akan lakukan, persoalan kemacetan sekarang tidak cukup kita hanya membangun sebuah jalan tapi juga perlu membuat skenario lain, khususnya mendorong transportasi massal, memang kelihatannya belum tuntas jadi mohon bersabar,” ujar dia.

Beberapa skema yang dikaji seperti mengenai bentuk transportasi massal yang sesuai untuk Bali, antara kereta bawah tanah atau trem, di mana secara paralel juga akan memproses transportasi taksi air.

Prinsipnya, moda transportasi yang akan dikembangkan ditujukan untuk mengatasi kemacetan sehingga wisatawan nyaman bertransportasi di Bali, khususnya di Kabupaten Badung.

Kajian juga dilakukan terhadap lokasi pengembangan transportasi massal, termasuk mengkaji kelanjutan dari lokasi pembangunan subway di Kuta.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mendorong, sekarang kami baru sebatas membangun jaringan jalan baru, tentu saya ingin nanti setelah sambungan jalan-jalan baru ini secara paralel mulai juga diikuti dengan pembangunan transportasi massal, contoh misalnya bagaimana orang ke Uluwatu bisa memanfaatkan transportasi massal nanti akan lebih mudah, lebih gampang untuk akses masuk ke sana,” ujar Adi Arnawa.

Kajian terkait anggaran juga dibahas, namun Pemkab Badung tidak mempersoalkan apabila pemerintah pusat dan Pemprov Bali mau melakukan pembagian anggaran asalkan tidak tergesa-gesa dalam membangun.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.