Balai Dalkarhut perkuat kesiapsiagaan cegah karhutla di Sambas - ANTARA News Kalimantan Barat
Singkawang (ANTARA) - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan meningkatkan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Twi Mentibar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, untuk memperkuat kesiapsiagaan pencegahan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui kegiatan pembentukan dan peningkatan kapasitas MPA dengan memberikan pembekalan teori, praktik pemadaman, prosedur keselamatan, hingga pemanfaatan teknologi pemetaan digital di Sambas, Rabu.
Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan Sahat Irawan Manik dalam kegiatan itu mengatakan, peningkatan kapasitas MPA merupakan bagian dari strategi pengendalian karhutla yang mengutamakan pencegahan sejak dini dengan melibatkan masyarakat di wilayah rawan kebakaran.
“Melalui pembekalan teori dan praktik, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi bahaya kebakaran sejak dini, melakukan langkah pencegahan, serta mendukung penanganan awal secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan,” kata Sahat.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala dusun, dan warga setempat. Pelibatan unsur tersebut diharapkan memperkuat koordinasi serta peran masyarakat dalam mencegah kebakaran di tingkat desa.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan dan regulasi pencegahan karhutla, perilaku api, penyusunan peta partisipatif desa, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta penguatan kelembagaan MPA.
Selain teori, peserta mengikuti praktik pengoperasian dan pemeliharaan peralatan pemadaman, penerapan prosedur keselamatan personel, serta pembuatan sekat bakar (firebreak) untuk membantu menghambat penyebaran api.
Menurut Sahat, kemampuan teknis tersebut penting agar anggota MPA dapat melakukan tindakan awal secara aman sekaligus mendukung upaya pengendalian kebakaran sebelum meluas.
Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi pemetaan digital Avenza Maps untuk mendukung pemantauan wilayah. Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk merekam koordinat, menandai lokasi penting, dan membantu mengidentifikasi area yang perlu mendapat perhatian.
Data koordinat dan hasil pengukuran lapangan juga dapat digunakan untuk memperkirakan luas wilayah terdampak kebakaran sehingga pemantauan dan pelaporan karhutla dapat dilakukan secara lebih akurat.
Sementara itu, Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan Yudho menegaskan, bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan.
“Melalui pembentukan dan penguatan kapasitas MPA, kita ingin memastikan bahwa masyarakat di sekitar kawasan hutan bukan hanya menjadi garda terdepan pencegahan, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan pemahaman yang memadai dalam menjaga lingkungannya,” kata Yudho.
Ia mengatakan, masyarakat desa memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi wilayahnya sehingga berperan penting dalam mendeteksi indikasi kebakaran dan menyampaikan laporan secara cepat.
Pembekalan mengenai penguatan kelembagaan, pembuatan sekat bakar, hingga pemetaan digital diharapkan menjadikan anggota MPA lebih siap membantu penanganan awal kebakaran sesuai prosedur keselamatan.
“Dengan kapasitas yang teruji, potensi kebakaran dapat dikendalikan dan dipadamkan sejak dini sebelum meluas ke kawasan hutan,” ujarnya.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.