◐

Bakom RI diharapkan jadi "citizen-centric hub" yang adaptif

Ketika sebuah kebijakan dikemas dengan empati dan bahasa keseharian yang objektif, resistensi publik akan melunak secara organik sehingga stabilitas sosial-ekonomi tetap terjaga

Jakarta (ANTARA) - Konsultan Komunikasi Senior dari REQComm Strategic Consultant Retno Kusumastuti mengharapkan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dapat bertransformasi menjadi citizen-centric hub yang profesional dan adaptif.

"Didukung oleh SOP (prosedur operasional standar) diseminasi krisis yang terintegrasi secara real-time dengan humas kementerian dan daerah tanpa menunggu instruksi berlapis," kata Retno dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, esensi komunikasi publik di era modern bukan sekadar asal sampai. Tolok ukur utamanya adalah sejauh mana sebuah kebijakan mampu dipahami, dipercaya, dan diinternalisasi oleh masyarakat tanpa memicu gesekan psikologis di level akar rumput.

Baca juga: Profil Syahganda Nainggolan, Kepala Bakom yang baru pilihan Prabowo

Ia menilai penguatan peran praktisi kehumasan atau public relations (PR) profesional di Bakom akan menjadi fondasi kokoh untuk mentransformasi komunikasi.

"Praktisi PR adalah bridge builder atau pembangun jembatan. Tugas utama mereka bukan sekadar membagikan informasi mentah, melainkan menerjemahkan regulasi teknis, kebijakan ekonomi atau data yang rumit menjadi narasi yang relate, membumi, dan mudah dicerna oleh masyarakat awam tanpa kehilangan substansi hukumnya," ucap Retno.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan komunikasi publik yang ideal itu harus bernuansa "nyaman". Artinya, pesan disampaikan tanpa kesan menggurui, defensif atau menceramahi dari atas (patronizing).

"Ketika sebuah kebijakan dikemas dengan empati dan bahasa keseharian yang objektif, resistensi publik akan melunak secara organik sehingga stabilitas sosial-ekonomi tetap terjaga," katanya.

Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi dan demografi yang masif, Retno melanjutkan, lanskap sosial di Indonesia menuntut kepekaan kultural yang tinggi. Masyarakat secara sosiologis sangat dipengaruhi oleh dinamika kelompok, norma komunal hingga sentimen kolektif di ruang digital.

"Masyarakat kita sangat dipengaruhi oleh dinamika kelompok, norma komunal, serta figur otoritas informal. Jika pemerintah datang dengan gaya komunikasi institusional yang dingin, elitis, dan kaku, pesan tersebut dipastikan akan mental di tingkat akar rumput," ujarnya.

Baca juga: Kepala Bakom RI akan kombinasikan strategi komunikasi dan AI

Untuk itu, kata dia, komunikasi pemerintah yang sukses bukan lah tentang seberapa lantang negara berbicara kepada rakyatnya, tetapi seberapa baik negara mendengarkan, menghargai, dan merumuskan kebijakan bersama rakyat.

Sebelumnya, Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengatakan akan mengombinasikan strategi komunikasi pemerintah dengan perkembangan teknologi akal imitasi (AI) untuk memperkuat penyampaian pemikiran dan program Presiden Prabowo Subianto.

Syahganda menjelaskan langkah tersebut diambil agar masyarakat dapat memahami pemikiran serta landasan kebijakan pemerintah secara luas.

"Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?" kata Syahganda seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10).

Menurut dia, pemikiran yang disampaikan Presiden Prabowo bersifat konstitusional sehingga sangat penting untuk diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Bakom RI akan bentuk tim khusus awasi distorsi algoritma

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.