B50 dan E20 Jadi Agenda Energi, Lahan Pertanian Jadi Tantangan

AKURAT.CO Sektor pertanian kini mendapat peran lebih besar dalam agenda ketahanan energi nasional. Selain diminta menjaga produksi pangan, Kementerian Pertanian juga disiapkan untuk memasok bahan baku energi nabati, mulai dari biodiesel B50 hingga bioetanol untuk program E20.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, sektor pertanian siap mendukung agenda kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya domestik.

Namun, penguatan energi tersebut tetap harus berjalan tanpa mengganggu ketersediaan pangan nasional.

"Sektor pertanian siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik," kata Amran di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Anomali Beras Terungkap, Amran: Kami Hajar!

Pernyataan itu disampaikan setelah Amran mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas percepatan pengembangan bahan bakar nabati. Presiden Prabowo meminta pemerintah menyiapkan produksi bahan bakar dengan campuran etanol 20% atau E20 dalam dua tahun mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, Presiden meminta Amran menyiapkan rencana, termasuk lahan untuk mendukung produksi bahan baku etanol.

Sementara itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendapat tugas menyiapkan industri pengolahan etanol.

"Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung. Kita membahas agar 2 tahun mendatang, kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya," kata Zulhas seusai Ratas di Istana Kepresidenan.

Baca Juga: Harga Beras di Alor Tembus Rp30.000, Amran Perintahkan Bulog Turunkan Harga

Pemerintah memperkirakan kebutuhan lahan untuk mendukung program tersebut mencapai sekitar 2 juta hektare.