AWS: Adopsi AI di Indonesia Tembus 40%, Kini Masuk Fase Eksekusi

Jakarta -

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya banyak perusahaan masih bereksperimen, kini AI mulai digunakan untuk meningkatkan produktivitas hingga mendorong pertumbuhan bisnis.

Hal itu terungkap dalam studi Unlocking Indonesia's AI Potential 2026 yang dirilis Amazon Web Services (AWS) di AWS Summit Jakarta. Studi tersebut menemukan 40% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI.

Dari para pengadopsi AI tersebut, 75% melaporkan peningkatan produktivitas, 72% menyebut AI mempercepat inovasi, dan 62% mengaku pendapatan mereka ikut tumbuh berkat AI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anthony Amni, Country Manager Amazon Web Services Indonesia, mengatakan AI di Indonesia kini telah bergeser dari tahap uji coba menuju implementasi nyata.

"Kisah AI di Indonesia sudah bergeser dari eksperimen menuju eksekusi. Hasilnya berbicara dengan sendirinya. Yang terpenting sekarang adalah mengubah keberhasilan awal menjadi transformasi di seluruh perusahaan," ujar Anthony, dalam sesi keynote conference AWS Summit 2027, di ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Kamis (6/8/2026).

AWSAnthony Amni, Country Manager Amazon Web Services Indonesia. Foto: Rachmatunisa

AWS juga melihat agentic AI menjadi gelombang berikutnya. Perusahaan yang telah mengadopsi teknologi tersebut melaporkan hasil yang lebih tinggi, mulai dari 84% peningkatan produktivitas, 47% pengambilan keputusan lebih cepat, hingga 44% peningkatan efisiensi operasional.

Meski begitu, tantangan masih ada. Sebanyak 56% organisasi mengaku kekurangan talenta digital dan AI menjadi hambatan terbesar dalam memperluas implementasi AI. Anthony menilai Indonesia telah memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempercepat transformasi AI.

"Infrastruktur, layanan, dan program pengembangan talenta sudah tersedia. Perusahaan yang bergerak cepat dan berani mengambil langkah akan menentukan arah dekade berikutnya bagi ekonomi digital Indonesia," kata Anthony.

AWS juga mengungkap optimisme pelaku usaha terhadap AI masih tinggi. Sebanyak 78% perusahaan memperkirakan penggunaan AI akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 72% berencana memperluas implementasi AI ke lebih banyak lini bisnis.

(rns/fyk)

TAGS

LIHAT LAINNYA