Astrid Widayani tekankan peran duta karakter pada Grand Final Putra-Putri Solo 2026

Astrid Widayani tekankan peran duta karakter pada Grand Final Putra-Putri Solo 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 04:35 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyanyikan lagu jingle Putra-Putri Solo pada malam grand fina Putra-Putri Solo 2026 di Halaman Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026). ANTARA/HO-Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menekankan peran duta karakter pada malam Grand Final Putra- Putri Solo 2026 di Halaman Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu malam.

Dalam sambutannya, Astrid menekankan ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan atau ketampanan, melainkan juga wadah untuk mencetak duta wisata yang memiliki karakter kuat serta mampu memanfaatkan teknologi digital.

“Kami percaya Putra-Putri Solo bukan hanya duta pariwisata, tetapi juga duta karakter. Generasi muda Kota Solo harus cerdas, percaya diri, santun dalam bertutur, bijak memanfaatkan media sosial, serta mampu menjadi teladan di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Di tengah tantangan promosi daerah yang semakin dinamis, dikatakannya, kreativitas konten digital dan kolaborasi anak muda menjadi kunci penting. Melalui media sosial, para finalis diharapkan dapat mengenalkan kekayaan budaya, kuliner, destinasi wisata, hingga produk UMKM Kota Solo ke kancah yang lebih luas.

“Maka jadikan media sosial bukan sekadar ruang untuk berekspresi, tetapi juga ruang untuk menginspirasi,” katanya.

Astrid yang juga merupakan alumni dari ikatan keluarga besar Putra-Putri Solo, berbagi pengalaman personalnya untuk memotivasi para peserta agar terus berkarya bagi Kota Surakarta, apa pun hasil dari malam grand final tersebut.

“Malam ini bukan hanya tentang siapa yang akan mengenakan selempang Putra dan Putri Solo 2026. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh finalis yang hadir pada malam hari ini akan menjadi bagian dari keluarga besar Putra-Putri Solo dan terus akan berkarya untuk kota yang kita cintai,” katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Surakarta akan terus membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan kota.

“Kami percaya bahwa kota yang maju adalah kota yang memberi kesempatan kepada generasi mudanya untuk terus tumbuh, berkreasi, dan mengambil peran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar, menjelaskan bahwa Pemilihan Putra-Putri Solo 2026 mengusung tema Amratani Aruming Budaya yang memiliki arti meratakan, melestarikan, dan menyebarluaskan budaya.

“Maksud diadakan pemilihan ini adalah untuk menjaring, membina, dan memilih generasi muda terbaik Kota Surakarta yang memiliki integritas, wawasan, dan daya kreasi. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, adat, dan kearifan lokal sejak dini,” katanya.

Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, antusiasme generasi muda dalam ajang tahun ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 97 orang mendaftar, yang terdiri atas 37 putra dan 60 putri.

Setelah melalui seleksi administrasi, di mana 24 peserta dinyatakan gugur, serta rangkaian tes intensif mulai dari public speaking, tes tertulis, hingga tes wawancara, terpilihlah 20 finalis terbaik yang terdiri atas sepuluh finalis putra dan sepuluh finalis putri yang berlaga di babak Grand Final.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.