◐

Astrid Widayani apresiasi penyelenggaraan Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026

Astrid Widayani apresiasi penyelenggaraan Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026

Minggu, 27 September 2026 16:35 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menghadiri Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026 di GOR FKOR UNS Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengapresiasi penyelenggaraan Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026 di GOR FKOR UNS Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Kejuaraan yang menyasar atlet pemula tersebut dinilai menjadi ruang penting untuk mengenalkan pengalaman bertanding sekaligus membangun mental dan karakter generasi muda melalui olahraga.

Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026 mengusung semangat “Kontribusi untuk Merah Putih Berawal dari Sini”. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Pengurus Kota Taekwondo Indonesia (Pengkot TI) Surakarta dalam rangka pembinaan prestasi dan pengembangan olahraga taekwondo, dengan cakupan peserta dari Kota Surakarta dan sekitarnya.

Astrid mengatakan kejuaraan bagi atlet pemula memiliki arti penting karena pertandingan bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Lebih dari itu, para atlet mendapatkan kesempatan untuk belajar menghadapi tekanan, membangun keberanian, serta mengembangkan sikap disiplin dan pantang menyerah.

“Ketika mendengar kata taekwondo, sudah barang tentu ini sesuatu yang positif. Tidak hanya satu cabang olahraga, tapi bagaimana taekwondo sudah bertahun-tahun dikenal sebagai olahraga dalam rangka pembentukan mental, karakter, dan juga moral,” ujar Astrid.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya berlangsung saat latihan. Pengalaman berada di arena pertandingan, bertemu lawan, mengikuti aturan, menerima keputusan wasit, hingga menyikapi hasil pertandingan menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak.

Nilai-nilai seperti fair play, sportivitas, rasa hormat, dan saling menghargai juga menjadi hal penting yang perlu terus ditanamkan dalam setiap kompetisi.

Oleh karena itu, Astrid mengapresiasi pengurus Taekwondo Indonesia, panitia, pelatih, dan seluruh pihak yang menghadirkan ruang kompetisi bagi atlet-atlet pemula.

“Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak kita untuk berani tampil, berani bertanding, sekaligus belajar dari pengalaman. Dari sini mereka bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan kemudian berkembang menjadi atlet yang lebih baik,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang terus mendampingi anak-anak mereka dalam mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga.

Menurutnya, dukungan orang tua memiliki peran penting dalam perjalanan seorang atlet. Anak perlu diberikan ruang untuk mencoba, berproses, dan menemukan potensi dirinya tanpa menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Kita harus selalu dukung, sabar, tekun untuk bisa mendampingi anak-anak kita nantinya berprestasi. Olahraga merupakan cara yang positif untuk menyalurkan apa yang menjadi minat bakat dari anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menambahkan ekosistem olahraga yang baik membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Tidak hanya atlet dan pelatih, tetapi juga pengurus, panitia, orang tua, pemerintah, serta lingkungan di sekitar atlet.

Astrid mendorong agar seluruh proses pembinaan dan kompetisi berjalan dengan mengedepankan transparansi, objektivitas, sportivitas, serta memberikan ruang yang aman bagi anak-anak untuk berkembang.

“Ekosistem olahraga ini harus kita bangun bersama. Ada atlet, ada pelatih, ada pengurus, ada orang tua, ada panitia. Semua harus saling mendukung dan memberikan ruang yang baik bagi anak-anak untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, kepada para atlet yang mengikuti Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026, Astrid berpesan agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman untuk terus bertumbuh.

Ia meminta para atlet tidak takut menghadapi lawan maupun hasil pertandingan. Keberanian untuk turun ke arena dan menghadapi tantangan, menurutnya, sudah menjadi bagian dari proses pembentukan mental seorang atlet.

“Apapun nanti hasilnya bukan masalah menang atau kalah atau menjadi juara, tapi keberanian untuk bertanding ini sudah menjadi satu nilai positif yang bisa menjadikan pengalaman kita membentuk karakter kita lebih kuat lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga lingkungan olahraga tetap positif dan aman bagi anak. Ia mengajak para atlet, pelatih, orang tua, maupun pendukung untuk menjunjung sportivitas serta menghindari perundungan dan segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Ia berharap Solo for Merah Putih Taekwondo Championship 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi mampu menjadi salah satu bagian dari proses panjang pembinaan atlet di Kota Surakarta.

“Jadikan ini pengalaman yang berharga dan nanti kami tunggu ada atlet-atlet yang lahir dari Kota Surakarta untuk Indonesia dan untuk dunia,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.