Asian Games 2026 - Indonesia tambah tiga medali perak
Asian Games 2026 - Indonesia tambah tiga medali perak
Minggu, 4 Oktober 2026 04:18 WIB
Tim sepak takraw putra Indonesia berpose sambil menunjukkan medali perak yang diraih setelah kalah dari tim Jepang pada final nomor kuadran putra di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu (3/10/2026). Indonesia meraih medali perak setelah kalah dari Jepang dengan skor 1-2 (15-17, 15-9, 13-15). ANTARA FOTO/Fauzan/kye
Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia menambah tiga medali perak pada penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu.
Medali perak pertama tim Merah Putih hari ini disumbangkan dari tim kuadran putra sepak takraw Indonesia.
Hasil tersebut diraih Skuad Merah Putih, setelah takluk dari tim tuan rumah Jepang dengan rubber set 15-17, 15-9 dan 13-15.
Perak kedua disumbangkan pasangan ganda voli pantai putra Indonesia Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi.
Dalam babak final yang berlangsung di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Sabtu, Bintang/Sofyan berjuang keras menghadapi pasangan Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko.
Pertandingan itu berakhir lewat drama tiga set, 1-2 (21-19, 16-21, dan 8-15) untuk Tim Indonesia.
Kemudian, medali perak ketiga diraih pasangan padel putri Indonesia Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati setelah kalah dari ganda Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto pada laga final di Nagoya City Higashi Sport Center.
Selain mengamankan dua medali perak, Indonesia juga mengunci satu medali perunggu.
Medali perunggu tersebut diraih setelah pasangan padel putri Indonesia Beatrice Gumulya/Novela Putria.
Beatrice/Novela meraih medali perunggu Asian Games 2026 menyusul kemenangan telak atas wakil Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sport Center.
Tambahan medali tersebut menambah koleksi sementara tim Merah Putih menjadi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu dengan total 39 medali.
Pewarta : Fajar Satriyo
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.