Apresiasi Penunjukan Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, RFG Sorot Estafet Kepemimpinan hingga Transformasi Polri
Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:05 WIB
Jakarta, VIVA – Ditunjuknya Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.
Baca Juga
Salah satunya, Ketua Dewan Pembina Relawan For Gibran (RFG) Reza Fahlevi yang menilai diangkatnya Kapolri Suyudi Ario Seto oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan momentum untuk melanjutkan sekaligus memperkuat transformasi Polri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Terkhusus dalam hal peningkatan pelayanan, profesionalisme, keterbukaan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Baca Juga
Reza menilai, visi yang disampaikan Suyudi Ario Seto mengenai kepemimpinan Polri yang berorientasi pada hasil dan pelayanan masyarakat patut mendapat apresiasi.
"Ini menunjukkan adanya semangat kepemimpinan yang menempatkan tanggung jawab dan hasil kerja sebagai ukuran utama," kata Reza dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Reza juga mengapresiasi komitmen Jenderal Suyudi untuk menjalankan kepemimpinan sesuai konstitusi, menghormati proses hukum, menjalani pengawasan DPR, bekerja sama dengan lembaga pengawas, serta membuka ruang koreksi dari masyarakat.
Menurutnya, komitmen tersebut penting untuk membangun institusi kepolisian yang kuat sekaligus memiliki mekanisme pengawasan yang sehat.
"Yang juga menarik adalah penegasan bahwa jabatan Kapolri bukan puncak karier, melainkan puncak tanggung jawab. Ini adalah perspektif yang penting karena kepemimpinan di institusi sebesar Polri harus selalu berorientasi pada amanah dan pelayanan," ujarnya.
Reza menilai tema kepemimpinan Suyudi Ario Seto, yakni "Polisi Bersama Masyarakat", juga memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Terlebih, Suyudi menegaskan bahwa keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat, maupun publikasi, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Ketika masyarakat datang ke kantor polisi, mereka berharap mendapatkan pertolongan, bukan kerumitan. Ketika membutuhkan bantuan, masyarakat ingin polisi hadir dengan cepat. Ketika menyampaikan kritik, masyarakat juga ingin didengar tanpa kehilangan kewibawaan. Ini prinsip pelayanan publik yang sangat penting," tutur Reza.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Reza juga angkat topi atas ungkapan Kapolri terpilih yakni ketika kejahatan mengancam, polisi hadir paling depan dengan keberanian dan profesionalisme.
Itulah makna 'Polisi Bersama Masyarakat': hadir untuk melindungi, dekat untuk mengayomi, cepat untuk melayani, adil dan menegakkan hukum, terbuka untuk diawasi, dan adaptif menghadapi perubahan.
Halaman Selanjutnya
"Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan. Karena bagi Jenderal Suyudi, menjadi polisi adalah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah, dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan," demikian Reza mengutip kembali semangat Suyudi dalam Fit and Proper Test di Komisi III DPR RI.