Apa itu Influenza A dan apa bedanya dengan flu biasa?
Flu mungkin terdengar seperti penyakit yang biasa kita alami. Hidung tersumbat, batuk, sakit kepala, atau tubuh terasa lemas sering kali dianggap sebagai gejala masuk angin atau flu biasa. Namun, tidak semua kondisi tersebut berasal dari jenis virus yang sama.
Salah satunya adalah influenza A, salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan dengan gejala yang muncul cukup tiba-tiba. Lantas, apa bedanya influenza dengan flu biasa? Berikut penjelasan lebih lanjut, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 24/9).
Apa itu Influenza A?
Influenza merupakan penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Infeksi ini dapat menyerang hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Influenza A adalah salah satu jenis virus influenza. Ketika seseorang terinfeksi virus influenza, gejalanya dapat berkisar dari tingkat ringan hingga berat.
Menurut CDC atau Centers for Disease Control and Prevention, gejala flu biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa di antaranya adalah demam atau rasa menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, tidak semua orang yang mengalami flu akan mengalami demam.
Apa bedanya influenza dan flu biasa?
Istilah “flu biasa” yang digunakan sehari-hari sebenarnya sering merujuk pada pilek atau common cold. Sementara itu, influenza merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza.
Keduanya memang sama-sama dapat menyebabkan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Namun, pola gejalanya dapat berbeda. CDC mencatat bahwa gejala common cold umumnya muncul secara bertahap. Sebaliknya, gejala influenza cenderung muncul secara tiba-tiba.
Perbedaan juga dapat terlihat dari tingkat keparahan beberapa gejala. Demam relatif jarang terjadi pada common cold, tetapi lebih umum pada influenza. Batuk juga dapat menjadi lebih berat pada influenza dibandingkan dengan common cold atau pilek.
Kenapa influenza bisa terasa berat?
Salah satu yang membedakan influenza dengan flu biasa adalah gejala yang muncul mendadak. Seseorang awalnya masih beraktivitas seperti biasa dapat tiba-tiba mengalami demam, tubuh nyeri, sakit kepala, hingga kelelahan.
CDC menyebut sebagian besar orang yang terkena flu akan pulih dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu. Namun, pada sebagian orang, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, infeksi sinus, atau infeksi telinga.
Beberapa komplikasi yang lebih serius juga dapat terjadi, terutama pada orang dengan kondisi tertentu. Selain itu, influenza dapat menyerang siapa saja, namun beberapa kelompok memiliki risiko jauh lebih tinggi terhadap komplikasi serius.
Kelompok tersebut antara lain orang berusia 65 tahun ke atas, orang dengan kesehatan kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung, ibu hamil, serta anak-anak di bawah usia lima tahun, terutama yang berusia dua tahun kebawah.
Kapan harus mencari pertolongan medis?
Tidak semua gejala flu membutuhkan penanganan darurat. Namun, CDC mencantumkan sejumlah tanda peringatan yang membutuhkan pertolongan medis pada orang dewasa, seperti kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada atau perut, pusing, kejang, tidak buang air kecil, nyeri otot berat, hingga kelelahan.
Demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali atau semakin parah juga perlu mendapat perhatian.
Closing
Influenza dan flu biasa mungkin memang merupakan sama-sama penyakit pernapasan, tetapi keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda. Memahami perbedaannya dapat membantu kita lebih peka terhadap kondisi tubuh, terutama jika gejalanya semakin berat atau muncul pada orang yang memiliki risiko implikasi lebih tinggi.