Anthropic Tindak Tegas Ilmuwan yang Gunakan Claude untuk Riset Senjata Biologis

Liputan6.com, Jakarta - Anthropic menghentikan aksi sejumlah ilmuwan yang menggunakan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mereka untuk menciptakan potensi senjata biologis.

Dilansir Engadget, Jumat (11/9/2026), temuan tersebut diungkapkan dalam laporan resmi perusahaan sebagai bentuk penyalahgunaan AI. Termasuk pada model-model cerdas seperti Fable 5 yang semakin andal membantu penelitian ilmiah.

Laporan itu memuat lima studi kasus mengenai penggunaan model Anthropic untuk mengembangkan senjata biologis, lengkap dengan sistem keamanan pendeteksi penyalahgunaan tersebut, serta langkah penanganannya.

Perusahaan menekankan bahwa mendeteksi potensi penyalahgunaan bukan perkara mudah, karena riset pembuatan vaksin baru seringkali memiliki pola serupa dengan pengembangan senjata biologis.

Meskipun demikian, perusahaan asal San Francisco ini memilih mengambil tindakan tegas demi mengantisipasi risiko bahaya yang dapat muncul.

“Anda tidak akan menemukan orang yang secara gamblang mengatakan akan membuat senjata biologis untuk memusnahkan semua orang seperti di komik,” ujar Jacob Klein Kepala Intelijen Ancaman di Anthropic.

Menurutnya, kenyataannya lebih kompleks dan penuh nuansa.

Kasus pada Virus Chikungunya

Dalam salah satu kasus di bulan Mei, klasifikasi keamanan biologis Anthropic mendeteksi adanya sebuah permintaan instruksi meminta Claude menyusun proposal hibah riset gain-of-function pada virus Chikungunya.

Perusahaan menyatakan virus ini belum memiliki pengobatan resmi dan dapat menyebabkan gejala melumpuhkan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Penelitian gain-of-function mengkaji metode untuk mengubah organisme secara genetik. Dalam kasus ini, riset tersebut bertujuan meningkatkan penularan virus serta menghindari respons kekebalan tubuh.

Kekhawatiran semakin meningkat karena Anthropic menyatakan penelitian itu berafiliasi dengan lembaga penelitian militer yang patut dipertanyakan.

Kasus Lainnya

Selain kasus Chikungunya, Anthropic menemukan indikasi serupa pada riset gain-of-function flu burung, serta kasus seorang peneliti yang memanfaatkan Claude untuk mengoptimalkan karakteristik peptida racun bisa.

Selain itu, laporan tersebut juga memuat kasus penggunaan model Anthropic sebagai alat pengawasan serta pembuatan eksploitasi perangkat lunak, propaganda, hingga sistem persenjataan.

Sebagai langkah tegas, perusahaan telah memblokir siapapun yang menyalahgunakan Claude atau model Anthropic. Data dari penyelidikan ini digunakan untuk meningkatkan perlindungan model serta mencegah penyalahgunaan ke depannya.

Anthropic memilih untuk tidak mengungkapkan identitas ilmuwan maupun institusi yang terlibat. Perusahaan menyadari para pelaku adalah ilmuwan aktif dan tidak memiliki niat jahat, sehingga mengungkap identitas atau laboratorium mereka dapat membahayakan keselamatannya.