Angka Pengguna Apple yang Beralih ke HP Lipat Samsung Melonjak
Jakarta -
Samsung memanfaatkan kembali meningkatnya minat terhadap ponsel lipat untuk memikat pelanggan, tepat saat Apple mulai memasuki pasar tersebut. Strategi raksasa elektronik asal Korea Selatan ini tampaknya berhasil.
Menurut juru bicara Samsung yang dikutip detikINET dari CNBC, secara global persentase pengguna iOS yang beralih ke seri Samsung Galaxy Z Fold8 terbaru yang diluncurkan Juli, mencapai 1,6 kali lipat dibandingkan peralihan pada generasi sebelumnya (Galaxy Z Fold7 dan Flip7).
Samsung merupakan pelopor kategori ini lewat peluncuran Galaxy Fold pertamanya pada tahun 2019 atau 7 tahun yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple baru saja memperkenalkan iPhone lipat perdananya yaitu iPhone Duo, menandai salah satu peluncuran produk besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus.
Di Amerika Serikat, 30% pembeli Galaxy Z Flip8 beralih dari merek smartphone pesaing, di mana sebagian besar dari pelanggan tersebut baru pertama kali membeli ponsel lipat.
Samsung menambahkan bahwa para pembeli Galaxy Z Fold8 secara khusus tertarik pada desainnya yang tipis dan ringan serta layar bagian dalamnya yang mendukung multitasking dan menikmati konten dengan lebih baik. Sementara itu, pembeli Fold8 Ultra lebih menyukai layarnya yang luas dan ruang kerja tambahan sehingga tidak lagi memerlukan tablet terpisah.
Samsung juga terus berupaya mempermudah pengguna iPhone untuk beralih di antara kedua ekosistem tersebut.
Samsung baru-baru ini memperbarui fitur Smart Switch miliknya, yang memungkinkan pengguna iPhone untuk mentransfer data ke perangkat Galaxy secara nirkabel hanya dengan memindai kode QR, tanpa perlu menginstal aplikasi Smart Switch di iPhone mereka.
Samsung diproyeksikan memimpin pasar ponsel pintar lipat global dengan pangsa 32% tahun ini. Namun, peta persaingan diperkirakan akan berubah, dengan Apple yang diprediksi akan meraup 25% pangsa pasar saat memasuki segmen ini, serta Huawei yang tetap menjadi pemain kuat di China, menurut data Counterpoint Research.
(fyk/fay)
TAGS
LIHAT LAINNYA