Andai Waktu Bisa Diulang, Radja Nainggolan Ingin Bela Timnas Indonesia
Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:30 WIB
VIVA – Mantan gelandang Timnas Belgia, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalannya karena tidak memilih membela Timnas Indonesia saat masih aktif sebagai pesepak bola profesional. Setelah merasakan langsung atmosfer sepak bola Indonesia, pemain yang pernah memperkuat AS Roma itu mengaku kini melihat peluang tersebut dari sudut pandang berbeda.
Baca Juga
Radja Nainggolan pernah memperkuat Timnas Belgia sebanyak 30 kali. Namun, dalam wawancara dengan media Belgia, Nieuwsblad, ia mengakui bahwa Indonesia sebenarnya bisa menjadi pilihan dalam perjalanan karier internasionalnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat itu, sepak bola Indonesia belum menjadi opsi yang menarik baginya. Namun, pengalamannya bermain bersama Bhayangkara FC membuat Radja lebih memahami besarnya antusiasme suporter dan potensi industri sepak bola Tanah Air.
Baca Juga
Pemain yang kini berusia 38 tahun tersebut mengaku kagum dengan fanatisme pendukung Timnas Indonesia. Ia menyoroti puluhan ribu suporter yang hadir langsung di stadion ketika skuad Garuda menghadapi Vietnam maupun Irak.
“Ada tujuh puluh ribu orang di sana untuk pertandingan melawan Vietnam atau Irak; begitulah fanatiknya mereka,” ujar Radja Nainggolan, dikutip dari Nieuwsblad.
Baca Juga
Menurut Radja, daya tarik sepak bola Indonesia tidak hanya terlihat dari dukungan suporter, tetapi juga peluang komersial yang dimiliki para pemain. Ia menilai popularitas pemain Timnas Indonesia dapat menjadi aset berharga, bahkan setelah mereka mengakhiri karier profesional.
“Uang juga bertebaran di sana. Para pemain bahkan disponsori oleh Louis Vuitton, Hublot, Rolex,” katanya.
Radja juga menyinggung perbedaan tingkat popularitas pemain di Indonesia dengan situasi yang ia amati di Belgia dan Eropa. Ia mencontohkan Ivar Jenner yang bermain untuk Jong Utrecht, tetapi bisa mendapatkan perhatian besar jika tampil sebagai bagian dari Timnas Indonesia.
“Sedangkan pemain internasional seperti Ivar Jenner hanya bermain untuk Jong Utrecht di sini,” ucapnya.
“Ketenaran di sana, gembar-gembornya, untuk citra Anda, Anda juga dapat menggunakannya untuk masa depan ketika Anda berhenti bermain,” lanjut Radja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bayangkan Bisa 15 Tahun Membela Timnas Indonesia
Radja mengakui pandangannya terhadap sepak bola Indonesia berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Ketika masih aktif memperkuat Timnas Belgia, ia mengaku belum mempertimbangkan berbagai keuntungan yang mungkin didapat jika memilih Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Kini, ia justru menyesali keputusan tersebut, terlebih setelah melihat kembali perjalanan kariernya bersama Belgia yang berakhir dengan kurang memuaskan di bawah pelatih Roberto Martinez.