Anak muda Pontianak tumbuhkan bisnis logistik digital - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Industri logistik berbasis digital membuka peluang baru bagi generasi muda Pontianak untuk membangun usaha mandiri. Salah satunya dilakukan Yoel Abraham (23), yang merintis bisnis agen pengiriman sejak masih berstatus mahasiswa.

Berbekal ketertarikan terhadap dunia kewirausahaan, Yoel memilih sektor logistik karena melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman seiring berkembangnya perdagangan daring dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Saat masih kuliah, saya mencari peluang bisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Saya melihat bisnis logistik memiliki peluang karena kebutuhan pengiriman terus meningkat," kata Yoel di Pontianak.

Ia memulai usaha sebagai mitra agen Lion Parcel tiga tahun lalu. Meski harus membagi waktu antara kuliah dan menjalankan operasional bisnis, Yoel tetap berupaya mengembangkan usahanya dengan mempelajari industri logistik dari awal.

"Latar belakang pendidikan saya Bahasa Inggris, jadi awalnya memang belajar logistik dari nol. Tetapi banyak mendapat dukungan dan bimbingan dari tim sehingga bisa terus berkembang," ujarnya.

Menurut Yoel, salah satu peluang besar dari bisnis logistik di Pontianak berasal dari kebutuhan pengiriman berbagai produk khas daerah, seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, hingga hekeng yang membutuhkan layanan cepat dan aman agar dapat diterima konsumen di berbagai daerah.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Yoel semakin fokus mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Kini, usaha yang dijalankannya mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.

"Saya bersyukur memulai bisnis ini sejak kuliah. Selain mendapatkan penghasilan, saya juga memperoleh pengalaman dalam mengelola usaha dan menghadapi tantangan," katanya.

Selain Yoel, peluang bisnis logistik juga dimanfaatkan Suwandy (47), warga Pontianak yang memilih menjadi agen pengiriman setelah usaha sebelumnya terdampak pandemi COVID-19.

Suwandy mengatakan kemudahan pendaftaran, biaya awal yang terjangkau, serta luasnya jaringan pengiriman menjadi alasan dirinya memilih sektor logistik sebagai usaha baru.

"Saat ini agen saya bisa memproses ratusan paket per hari. Banyak pelanggan yang kembali menggunakan layanan karena merasa terbantu dengan pelayanan yang diberikan," ujarnya.

Menurut Suwandy, keberhasilan dalam bisnis jasa pengiriman tidak hanya ditentukan oleh jaringan, tetapi juga kepercayaan pelanggan melalui pelayanan yang cepat, responsif, dan konsisten.

Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika mengatakan pertumbuhan industri logistik memberikan peluang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk membangun usaha secara mandiri.

"Semakin banyak masyarakat yang tidak hanya ingin mencari pekerjaan, tetapi juga membangun usaha sendiri. Kemitraan agen kami dirancang agar dapat diakses berbagai kalangan dengan dukungan pelatihan dan pendampingan," katanya.

Ia menambahkan perkembangan perdagangan digital akan terus mendorong kebutuhan layanan logistik sehingga membuka ruang bagi lahirnya wirausaha baru di berbagai daerah.

Kisah Yoel dan Suwandy menunjukkan sektor logistik tidak hanya menjadi bagian dari rantai distribusi barang, tetapi juga menjadi peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menciptakan sumber pendapatan dan membangun usaha mandiri.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.