Alumni IPNU Madiun minta kematian Serda Ahmad Muzammul diusut tuntas - ANTARA News Jawa Timur

Madiun (ANTARA) - Ketua Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Madiun Wahyudi meminta dugaan kekerasan yang menimpa prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammul Farisa asal Kabupaten Magetan hingga meninggal dunia, agar diusut secara transparan dan tuntas.

"Kami tidak ingin mendahului proses hukum dan tidak ingin menghakimi siapa pun. Tetapi ketika ada seseorang meninggal dan muncul dugaan kekerasan terkait senioritas, maka semua fakta harus dibuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi, jangan ada bukti yang dihilangkan, jangan ada proses yang sengaja dihambat," ujar Wahyudi dalam keterangannya di Madiun Minggu.

Menurut dia penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan profesional agar keluarga korban memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Keluarga berhak mendapatkan kepastian dan rasa keadilan. Karena itu, IPNU meminta penyelidikan dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan berdasarkan bukti.

"Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum," katanya.

Ia juga menyoroti persoalan senioritas dalam pola pembinaan. Menurutnya, disiplin tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan.

"Senioritas seharusnya menjadi sarana membimbing dan membentuk karakter, bukan menjadi ruang untuk melakukan kekerasan. Disiplin tidak boleh berubah menjadi tindakan yang merendahkan, menyakiti, apalagi sampai menghilangkan nyawa," katanya.

Wahyudi berharap kasus tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di lingkungan pendidikan, kedinasan, maupun institusi yang menerapkan pola senioritas.

Selain itu, Wahyudi juga mengajak masyarakat tetap menahan diri dan tidak melakukan penghakiman terhadap pihak tertentu sebelum proses hukum selesai.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan penghakiman. Kita percayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang, tetapi proses itu juga harus dikawal agar berjalan transparan dan berkeadilan," kata aktivis NU tersebut.

Wahyudi menegaskan, sikap Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan memastikan kebenaran tidak berhenti sebagai dugaan.

"Majelis Alumni IPNU Madiun menyatakan solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga almarhum, khususnya kepada ayahanda almarhum yang merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun," katanya.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.