Allo Bank Bukukan Laba Rp 234 Miliar Semester I-2026

ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 234 miliar pada semester I-2026. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan operasional dan penyaluran kredit yang tetap meningkat.

Pada kuartal II-2026, laba bersih setelah pajak bank mencapai Rp 130 miliar atau tumbuh 14% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 114 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba didukung kenaikan total pendapatan operasional sebesar 21% yoy menjadi Rp 533 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih yang naik 10% yoy menjadi Rp 393 miliar serta pendapatan berbasis biaya yang melonjak 71% yoy menjadi Rp 140 miliar.

Di sisi profitabilitas, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) meningkat menjadi 10,9% dari 10,4% pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan melihat kenaikan tersebut sebagai cerminan pengelolaan aset dan liabilitas yang efektif, terutama di segmen perbankan ritel.

Baca Juga: Allo Bank Optimistis Kinerja Tetap Tumbuh Positif hingga Akhir 2026

Sementara itu, fungsi intermediasi juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga 30 Juni 2026, penyaluran kredit meningkat 28% yoy menjadi Rp 9,55 triliun, didorong pertumbuhan kredit di segmen perbankan ritel dan wholesale.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, total aset Allo Bank naik 10% yoy menjadi Rp 15,57 triliun dari Rp 14,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah ekspansi bisnis tersebut, kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat sebesar 1,73%, sedangkan NPL net berada di level 0,73%.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) relatif stabil di level Rp 5,83 triliun hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga: Allo Bank Memilih Tumbuh Selektif di Tengah Persaingan Dana yang Kian Ketat

Plt. Direktur Utama Allo Bank Ari Yanuanto Asah mengatakan perseroan akan terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi teknologi dan peningkatan pengalaman nasabah.

"Selama tahun 2026, kami akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi sehingga nasabah mampu melakukan personalisasi untuk mendapatkan nilai tambah sesuai kebutuhannya," ujar Ari dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, perseroan akan tetap mengedepankan strategi digital first dan ecosystem first melalui integrasi layanan keuangan dengan ekosistem mitra. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang prudent sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Baca Juga: Pengguna Allo Bank BNPL Tembus 2,3 Juta, Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Ritel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag