◐

Akademisi Untad dampingi UMKM kembangkan kue kering dari daun kelor

Palu (ANTARA) -

Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan kue kering (cookies) dengan bahan dasar daun kelor.

“Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan varian produk kue kering berbasis daun kelor yang memiliki nilai gizi tinggi dan diterima konsumen. Selain itu, dapat meningkatkan kapasitas manajemen usaha, dan pemasaran digital mitra untuk memperluas jangkauan pasar,” kata Ketua Tim Pengabdian Untad, Dafina Howara dalam keterangan yang diterima di Palu, Jumat.

Dia menjelaskan salah satu UMKM yang didampingi adalah Dapur Kanina. Sebagai salah satu industri rumahan, mereka memanfaatkan daun kelor dalam produk kue kering. Namun, masih menghadapi keterbatasan dalam inovasi produk, pengemasan, serta pemasaran digital yang berdampak pada rendahnya daya saing usaha.

Baca juga: RPTRA di Jakut olah daun kelor jadi produk bernilai jual

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut berfokus pada pengembangan varian produk, pembakuan proses produksi, perbaikan kemasan, serta penguatan pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar produk Dapur Kanina.

Tim pengusul program terdiri atas Dafina Howara sebagai ketua, bersama anggota Lien Damayanti, Shintami Rouwelyvia Malik dan Chitra Anggriani Salingkat.

Program itu dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan pelaku usaha dalam tahapan analisis kebutuhan, pengembangan produk, pengujian sensorik, standarisasi produksi, hingga penyusunan konsep kemasan dan promosi.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi bersama mitra mempraktikkan pembuatan kue kering kelor dengan tiga varian rasa, yakni original, keju, dan cokelat.

Selain pengembangan produk, tim juga mendampingi penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, pembukuan sederhana, serta penyiapan materi promosi melalui media sosial, termasuk Instagram dan TikTok.

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mitra membangun identitas produk yang lebih kuat, sekaligus memperbaiki pengelolaan usaha agar kegiatan produksi dan pemasaran dapat berlangsung lebih terencana.

“Berdasarkan hasil identifikasi awal, Dapur Kanina selama ini memproduksi kue kering, terutama menjelang hari raya atau berdasarkan pesanan konsumen,” kata Dafina.

Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan peralatan yang menghambat peningkatan kapasitas produksi, sementara promosi yang belum konsisten menyebabkan produk belum dikenal secara luas.

Pemanfaatan daun kelor diharapkan menjadi ciri khas produk sekaligus menawarkan alternatif kudapan yang memanfaatkan bahan pangan lokal.

Meski demikian, kandungan gizi dan manfaat kesehatan produk kue kering yang dikembangkan dalam program tersebut belum diuji secara khusus. Karena itu, klaim mengenai kandungan gizi maupun manfaat kesehatannya masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

Baca juga: Santriwati PPI AMF buat es krim dari daun kelor untuk cegah stunting

Baca juga: Daun kelor bisa jadi pilihan makanan alternatif yang bergizi

“Tahapan berikutnya mencakup pengujian penerimaan konsumen, pembakuan resep, pemantauan penerapan SOP dan pembukuan, serta evaluasi kegiatan promosi,” ujarnya.

Tim juga merencanakan pengembangan produk lain, seperti sagu keju kelor dan cake kelor, untuk memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Luaran yang ditargetkan dari kegiatan tersebut meliputi produk kue kering inovatif berbahan daun kelor, SOP produksi, desain kemasan dan branding, penguatan pemasaran melalui platform digital, serta publikasi ilmiah.

Melalui pendampingan tersebut, Dapur Kanina diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas produk, dan memperluas pasar secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Evaluasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap varian baru, sekaligus menilai efektivitas penerapan standar produksi dan strategi pemasaran digital yang telah disiapkan.

Pewarta: Fauzi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.