Ajakan Hubungan Intim di Balik Kasus Mutilasi Depok
Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap awal mula cekcok antara pelaku pembunuhan disertai mutilasi, Saepul (26) alias SA atau S dengan korban berinisial K (51) di sebuah kontrakan di kawasan Depok.
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono menyebut, adanya intrik penyuka sesama jenis antara Saepul dan korban.
"Awal cekcok mulai terjadi bahwasanya memang dari hasil pendalaman kami bahwasanya pelaku ada intrik penyuka sesama jenis (LGBTQ)," kata Breggy, Minggu (9/8/2026).
Breggy mengatakan, pelaku sempat mengajak korban berhubungan sesama jenis. Namun, ajakan tersebut ditolak. Korban juga menampar pipi Saepul.
"Nah dari situ, pelaku mulai berusaha untuk melakukan hubungan dengan korban. kemudian korban tidak terima akhirnya menampar pipi dari pelaku," ungkapnya.
Setelah itu terjadi cekcok antara keduanya. Kemudian Saepul mengambil sebuah pisau dari dapur, lalu menusuk korban.
"Dari situ mulai cekcok, akhirnya sampai pelaku mengambil pisau untuk menusuk korban," kata dia.
Motif Harta
Selain itu, Breggy juga mengungkap bahwa Saepul ingin menguasai harta benda korban. Saat itu, Saepul melihat salah satu foto korban dengan motor Honda PCX di sosial media.
Akibat desakan ekonomi, kata Breggy, Saepul memiliki niat untuk menguasasi motor milik korban.
"Untuk motif sendiri yang kami dalami dalam proses penyidikan. bahwasanya setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto dari korban itu menggunakan kendaraan roda dua PCX warna hitam," kata Breggy.
"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," sambungnya.
Penemuan Mayat dalam Karung
Sebagai informasi, terungkapnya kasus ini berawal dari penemuan mayat pria tanpa identitas di dalam karung di kawasan Pancoran Mas. Tim Subdit Resmob kemudian berkoordinasi dengan Polres Metro Depok dan jajaran polsek untuk mencocokkan identitas korban dengan laporan orang hilang.
Penyelidikan mengarah pada laporan kehilangan pria berinisial K yang masuk ke kepolisian pada 24 Juli. Dari pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan alat bukti, penyidik menemukan fakta bahwa korban terakhir kali diketahui bersama SA alias S alias Saepul.
“Pada tanggal 24 ada laporan kehilangan orang yang kemudian kami telusuri atas nama inisial K. Kemudian kami mendalami saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti dan ditemukan fakta bahwasanya inisial K terakhir kali sedang bersama dengan inisial S, yang kami curigai merupakan pelaku pembunuhan tersebut,” ujar Breggy.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6