◐

AGRI dorong kepastian gula mentah demi pasokan rafinasi stabil di 2027

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) mendorong percepatan kepastian pasokan gula kristal mentah 2027 agar produksi gula rafinasi tetap terjaga dan kebutuhan industri makanan, minuman, serta farmasi (Maminfar) terpenuhi.

"Kepastian pasokan gula kristal mentah (GKM) untuk tahun depan menjadi faktor penting agar produksi gula rafinasi tidak terputus," kata Ketua Umum AGRI Supriadi terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, pemerintah telah memberikan alokasi impor GKM untuk industri gula rafinasi atau industri pemurnian gula (IPG) sebesar 3,06 juta ton pada 2026.

Dari jumlah tersebut, hingga akhir September 2026 masih tersedia alokasi GKM sebanyak 945.417 ton. Jumlah itu setara dengan 898.146 ton gula kristal rafinasi (GKR). Sementara, stok GKR yang tersedia pada akhir September 2026 sebanyak 134.072 ton.

“Pada tahun 2026, pemerintah memberikan alokasi impor gula kristal mentah untuk industri gula rafinasi/industri pemurnian gula (IPG) sebesar 3,06 juta ton,” ujar Supriadi,

Dari alokasi tersebut, lanjutnya, pada akhir bulan September masih tersedia GKM sebesar 945.417 ton atau setara dengan gula kristal rafinasi (GKR)sebesar 898.146 Ton.

"Sementara itu, stok GKR di akhir bulan September sebesar 134.072 Ton,” tuturnya.

Ia menjelaskan, 11 industri pemurnian gula yang menjadi anggota AGRI pada prinsipnya memiliki kemampuan untuk merealisasikan alokasi bahan baku GKM hingga 100 persen, sesuai kebutuhan dan permintaan industri makanan, minuman, serta farmasi (Maminfar).

Namun, berdasarkan perhitungan kebutuhan produksi dan distribusi, sisa bahan baku GKM diperkirakan habis pada November-Desember 2026.

Kondisi ini berpotensi membuat sejumlah industri pemurnian gula mengalami keterbatasan hingga kekosongan bahan baku pada akhir tahun. Dampaknya, pasokan GKR bagi industri makanan dan minuman pada awal 2027 berisiko terganggu.

Lebih lanjut dia mengatakan dari jumlah GKM yang tersedia, rencana produksi dan distribusi GKR, bahan baku GKM yang diproduksi akan habis di bulan November-Desember, sehingga terdapat potensi sejumlah IPG mengalami keterbatasan dan kekosongan bahan baku pada bulan November–Desember tahun 2026.

"Hal ini akan berakibat pada kekosongan ketersediaan GKR bagi industri MAMINFAR pada awal tahun 2027,” bebernya.

Baca juga: Mentan: Penertiban gula rafinasi penting lindungi petani tebu nasional

Baca juga: APTRI dukung pabrik gula rafinasi wajib bangun kebun tebu sendiri

Ia menegaskan, kebutuhan bahan baku gula rafinasi perlu diantisipasi sejak dini karena industri makanan dan minuman harus mempersiapkan produksi untuk menghadapi sejumlah hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Periode tersebut mencakup Natal 2026, Tahun Baru 2027, Tahun Baru Imlek 2027, Ramadhan, hingga Hari Raya Idul Fitri 2027.

Karena itu, kesiapan pasokan dari hulu menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan produksi industri makanan dan minuman di dalam negeri.

Menurut Supriadi, persoalan yang dihadapi industri saat ini bukan terkait implementasi peraturan atau proses pembahasan kuota impor yang tersendat, melainkan kepastian waktu penerbitan Rencana Kebutuhan Industri (RKI) dan Persetujuan Impor (PI).

Ia menyebutkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2025, penetapan neraca komoditas (NK) dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama kementerian teknis, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

Dalam ketentuan tersebut, penetapan NK dilakukan paling lambat pada hari kerja ketujuh Desember pada tahun sebelum masa berlaku NK.

Namun, Supriadi menilai, penerapan ketentuan tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan industri yang harus menyiapkan bahan baku lebih awal untuk menghadapi periode peningkatan permintaan.

Karena itu, AGRI mendorong pemerintah mempercepat penetapan NK, RKI GKM, dan penerbitan PI GKM untuk 2027.

Supriadi berharap penetapan NK dapat dilakukan paling lambat November 2026 agar industri pemurnian gula memiliki kepastian untuk melakukan pemesanan bahan baku dan pengaturan pengiriman dari negara pemasok.

AGRI berharap pula kepastian pasokan bahan baku dari hulu dapat terjaga sehingga industri pemurnian gula mampu memenuhi kebutuhan GKR dan industri makanan serta minuman dapat mempertahankan kontinuitas produksinya memasuki 2027.

Baca juga: Mentan minta penertiban impor gula rafinasi demi lindungi petani

Baca juga: Anggota DPR soroti peredaran gula rafinasi di pasar konsumsi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.