Adira Finance Masih Lihat Ada Peluang Pertahankan Pertumbuhan Laba hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani (KONTAN/Ivanka Rahmana)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) masih melihat adanya peluang untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja laba yang positif hingga akhir tahun. Meski demikian, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menerangkan pihaknya akan menerapkan sejumlah upaya guna mempertahankan kinerja.
Gani mengatakan perusahaan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan guna memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga kualitas aset.
"Selain itu, perusahaan juga terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan struktur pendanaan untuk mendukung profitabilitas," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/10).
Baca Juga: Komisaris Bank Mandiri (BMRI) Beli Saham Perusahaan, Segini Harganya
Asal tahu saja, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate kembali ditahan di level 5,75%. Terkait hal itu, Gani menyampaikan BI rate yang masih berada di level tinggi tentunya menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan profitabilitas.
Gani menerangkan level BI Rate yang masih berada di level tinggi berpotensi meningkatkan cost of funds, sedangkan penyesuaian tingkat bunga kepada konsumen tidak selalu dapat dilakukan secara langsung.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dia bilang Adira Finance akan terus mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan funding mix. Hal itu guna menjaga biaya pendanaan tetap kompetitif dan mendukung profitabilitas perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih Adira Finance tercatat sebesar Rp 1,12 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 36,58% secara Year on Year (YoY). Gani menerangkan pertumbuhan laba bersih perusahaan utamanya didorong oleh peningkatan pendapatan, seiring dengan pertumbuhan rata-rata aset yang dikelola.
"Didukung juga efisiensi biaya pendanaan dan penurunan beban penyisihan kerugian penurunan nilai atau Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)," ucap Gani.
Baca Juga: Bank Victoria Siapkan Dana Rp 154,22 Miliar untuk Lunasi Obligasi Subordinasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Adira Finance
- Industri Multifinance
- Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance)