800 warga kurang mampu di Penajam dapat sambungan air bersih gratis - ANTARA News Kalimantan Timur
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Sekitar 800 warga kurang mampu di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, ditargetkan mendapat pemasangan sambungan air bersih rumah tangga nol rupiah alias gratis sepanjang 2026.
"Pemerintah kabupaten jalankan program pemasangan sambungan air bersih gratis bagi warga kurang mampu," kata Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara Abdul Rasyid, Sabtu, ketika ditanya menyangkut layanan air bersih di Penajam.
Menurut dia, sejumlah program strategis dijalankan untuk memperluas cakupan layanan air bersih, dan sebagai komitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membantu warga kurang mampu.
"Salah satunya pemasangan sambungan air bersih rumah tangga secara gratis bagi sekitar 800 warga kurang mampu," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga memprogramkan subsidi bagi lima kategori penerima manfaat, yakni masyarakat berpenghasilan rendah, rumah ibadah, yayasan, panti asuhan, dan posyandu.
Kemudian melakukan pengembangan distribusi di wilayah Waru, Babulu, dan Penajam serta program cicilan pemasangan sambungan air bersih bagi pelanggan baru sebagai upaya memperluas cakupan layanan air bersih.
Selain itu, juga melakukan kolaborasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), melakukan pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) lokal regional Long Kali, serta pendampingan optimalisasi SPAM Perdesaan (Pamsimas).
Sejumlah program yang dijalankan tersebut, kata dia, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih semakin merata, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Tercatat cakupan layanan air bersih bertambah menjadi 42 persen sepanjang 2025 yang sebelumnya 34 persen, terdata dari 54 kelurahan dan desa hingga kini yang terlayani air bersih 26 kelurahan dan desa," demikian Abdul Rasyid.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.