80 Orang Tewas Gara-gara Rumor Pencurian Alat Kelamin
Pada hari yang sama ketika Mgala dan temannya diserang, seorang fotografer komersial sekaligus pengusaha bernama Michael Silavwe mengaku menyaksikan serangan serupa di Tunduma.
Menurut Silavwe, kecemasan di kota itu mulai meningkat setelah video-video mengenai “alat kelamin yang dicuri” beredar di TikTok.
Dari luar tokonya, ia melihat orang-orang berlarian. Ia kemudian mengetahui bahwa seorang pria telah dituduh sebagai pelaku di sekitar lokasi dan dikeroyok massa. Pria itu kemudian dibakar.
“Setelah mereka membakarnya, polisi tiba di lokasi dan semua orang berpencar lalu melarikan diri,” kata Silavwe, yang berusia 23 tahun, kepada BBC.
BBC Global Disinformation Unit memverifikasi salah satu video serangan tersebut. Dalam rekaman yang telah ditonton lebih dari 100.000 kali di TikTok dan Facebook, sekelompok orang terlihat memukuli seorang pria sambil menuntut agar ia mengembalikan alat kelamin yang dituduhkan telah dicurinya.
“Insiden-insiden itu terus meningkat dan orang-orang terus dipukuli,” ujar Silavwe.
Ia mengatakan, saat itu anak-anak muda sepertinya merasa takut. Namun, kini ia menyadari bahwa rumor tersebut tidak benar.
Asha Steven Mwakilasa, penjahit dan perancang busana berusia 50 tahun di Tunduma, juga sampai pada kesimpulan yang sama.
“Saya akhirnya menyadari bahwa itu tidak benar,” katanya.
Meski demikian, rasa cemas belum sepenuhnya hilang, terutama ketika suami atau anak-anaknya sedang berada di luar rumah. Ia bersyukur polisi kini melakukan patroli.
Diduga Ada yang Sengaja Memicu Kepanikan
Komisioner Distrik Momba, Elias Daniel Mwandobo, mengatakan penyelidikan lokal menunjukkan adanya dugaan niat kriminal di balik sejumlah insiden.
“Individu-individu bersekongkol untuk melakukan kejahatan dan memicu kepanikan publik demi keuntungan mereka sendiri,” ujarnya kepada BBC.
Video lain yang direkam di Dar es Salaam, kota utama Tanzania, memperlihatkan massa menggiring seorang pria melewati jalan pasar yang berdebu. Pria tersebut didorong, ditarik, dan dipukul sambil terus dituntut mengembalikan alat kelamin yang disebut telah dicurinya. Ia sendiri berulang kali menyatakan tidak bersalah.
BBC Disinformation Unit juga memverifikasi video serangan serupa dari Mozambik dan Kenya.
Puluhan rekaman kekerasan massa, pengakuan yang diklaim berasal dari korban, peringatan mengenai insiden, komentar, hingga video yang dibuat seolah-olah merupakan laporan kejadian di wilayah tertentu kini beredar di TikTok dan Facebook.
Sebagian dari konten tersebut, termasuk beberapa video yang memperlihatkan kekerasan massa, masih dapat ditemukan secara online.
Juru bicara Meta mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan tersebut sedang meninjau konten yang dilaporkan dan akan mengambil tindakan terhadap konten yang terbukti melanggar kebijakan. TikTok belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar BBC.
Di sisi lain, tidak selalu jelas apakah para pembuat konten yang memperingatkan penonton agar waspada benar-benar mempercayai rumor tersebut atau sekadar berusaha mendapatkan lebih banyak interaksi.
Selain konten peringatan, sejumlah pengguna juga mempromosikan benda-benda yang disebut dapat melindungi dari “pencurian alat kelamin”. Para komedian bahkan memparodikan klaim tersebut melalui sketsa komedi.