8 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Bercinta, Bisa Bikin Lesu!

Jakarta -

Mau momen bercinta tetap nyaman? Hindari 8 makanan ini sebelum bercinta karena bisa bikin perut begah, banyak gas, hingga tubuh terasa lesu.

Ternyata, pilihan makanan sebelum bercinta tak boleh asal. Konsumsi beberapa jenis makanan bisa bikin perut begah, tubuh terasa berat, bahkan mengganggu kenyamanan.

Sejumlah ahli gizi mengungkap makanan yang sebaiknya dihindari sebelum berhubungan seks. Efeknya bisa berbeda pada tiap orang, mulai dari kembung hingga cepat merasa lelah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut bisa mengganggu suasana hati hingga performa saat berhubungan intim. Dikutip dari The Healthy (7/9/24) berikut 7 makanan yang harus dihindari.

1. Kacang-kacangan

Various kinds of vegan protein sources on beige background. Set of food supplements. Gluten free cereals as ground hemp seeds, quinoa. Nuts and legumes (green mung beans, chick-pea, red lentil, kidney bean, almonds, hazelnuts). Flat lay, top viewIlustrasi kacang-kacangan. Foto: Getty Images/Tanja Ivanova

Kacang-kacangan seperti kacang merah, lentil, dan chickpea kerap memicu perut kembung yang tidak nyaman. Hal ini terjadi karena kandungan serat dan gula tertentu sulit dicerna tubuh.

Senyawa tersebut kemudian diurai oleh bakteri di dalam usus. Proses fermentasi ini menghasilkan gas yang bisa membuat perut terasa penuh dan begah.

Meski bisa memicu gangguan pencernaan, kacang-kacangan tetap menjadi sumber serat dan nutrisi. Efeknya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi pencernaan dan jumlah yang dikonsumsi.

2. Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous seperti brokoli, kale, kol, dan bok choy dikenal kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan. Namun, jenis sayuran ini juga lebih mudah memicu gas di dalam perut.

Selain tinggi serat, sayuran tersebut mengandung glukosinolat, yaitu senyawa alami yang mengandung sulfur. Saat dicerna, senyawa ini dapat menghasilkan gas dengan aroma khas sulfur.

Karena itu, konsumsi sayuran cruciferous pada sebagian orang bisa membuat perut kembung atau lebih banyak buang gas.

3. Bawang-bawangan

Ilustrasi bawang putih dan bawang bombaiIlustrasi bawang putih dan bawang bombai Foto: Getty Images/Floortje

Bawang putih, bawang bombai, dan bawang merah juga mengandung senyawa yang mengandung sulfur. Saat dikunyah, senyawa tersebut dapat memicu gas yang bercampur dengan bakteri di mulut dan menyebabkan bau napas.

"Ketika dikunyah, senyawa sulfur melepaskan gas yang bercampur dengan bakteri di mulut dan menyebabkan bau napas," jelas Sabrina Oliver, Senior Clinical Nutritionist bidang penyakit pencernaan di NewYork-Presbyterian Columbia University Irving Medical Center.

Bau tersebut bahkan bisa bertahan setelah makanan dicerna. Produk samping pencernaan diserap ke aliran darah, dibawa ke paru-paru, lalu dikeluarkan melalui napas.

4. Karbohidrat

Karbohidrat seperti roti, pasta, dan kentang mengandung gula sederhana yang dapat memberi tubuh lonjakan energi dengan cepat. Namun, efeknya cenderung tidak bertahan lama.

Menurut American Heart Association, karbohidrat sederhana dapat membuat energi kembali turun setelah lonjakan singkat tersebut. Kondisi ini bisa membuat tubuh terasa lelah setelah energi cepat habis.

Karena itu, konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana perlu diperhatikan, terutama jika ingin menjaga energi tetap stabil. Memadukannya dengan protein dan serat dapat membantu memperlambat penyerapan.

5. Daging Merah

Apa Benar Konsumsi Daging Berefek Buruk untuk Otak? Ini PenjelasannyaIlustrasi daging merah. Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev

Beberapa jenis daging merah bisa membuat tubuh terasa lebih berat setelah makan. Hal ini karena lemak menjadi salah satu zat gizi yang paling sulit dicerna tubuh.

Saat mencerna makanan tinggi lemak, tubuh mengarahkan lebih banyak energi ke sistem pencernaan. Asupan lemak berlebih juga dapat memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan.

Jika ingin mengonsumsi daging sapi, pilih potongan yang lebih rendah lemak seperti sirloin tip steak. Sebaliknya, batasi pilihan berlemak seperti bagian ribeye.

6. Produk Susu

Produk susu tetap bisa memicu masalah pencernaan meski seseorang tidak mengalami intoleransi laktosa. Pada sebagian orang, produk susu dapat memperburuk gejala IBS atau memicu heartburn.

Produk olahan susu juga cenderung mengandung lemak cukup tinggi. Kandungan lemak tersebut membuat tubuh membutuhkan lebih banyak waktu dan energi untuk mencernanya.

Akibatnya, sebagian orang bisa merasa begah atau lesu setelah mengonsumsi produk susu. Respons tubuh dapat berbeda, terutama pada orang dengan pencernaan yang sensitif.

7. Gorengan

Rekomendasi Cemilan Tahun Baru Manis-Gurih untuk Malam Pergantian TahunIlustrasi kentang goreng. Foto: Valeria Boltneva/Pexels

Makanan yang digoreng dan berminyak bisa membuat perut terasa kembung. Pada sebagian orang, makanan ini bahkan dapat memicu diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

"Makanan yang digoreng dan berminyak dapat membuat perut kembung atau memicu diare pada sebagian orang," jelas Sabrina Oliver.

Oliver menyarankan memilih makanan yang dipanggang atau dibakar sebagai alternatif. Porsi makan juga perlu diperhatikan dengan mengunyah makanan dengan baik dan berhenti sebelum terlalu kenyang.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)