8 Alasan Kenapa Kucing Mengeong Terus, Jangan Diabaikan

CNN Indonesia

Selasa, 28 Jul 2026 18:30 WIB

Kucing birman
Ilustrasi. Kenali alasan kenapa kucing kamu mengeong terus. (iStockphoto/Vadimborkin)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kenapa kucing mengeong terus menjadi pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik anabul. Mengeong memang merupakan cara kucing berkomunikasi dengan manusia. Namun, jika dilakukan terus-menerus atau lebih sering dari biasanya, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan.

Pada beberapa kasus, kucing hanya ingin mencari perhatian atau meminta makan. Namun, suara mengeong yang berlebihan juga bisa menjadi sinyal adanya rasa sakit, stres, hingga gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan.

Lantas, kenapa kucing mengeong terus? Mengutip PetMD, berikut sejumlah penyebab yang perlu diketahui:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Merasa kesakitan

Salah satu penyebab kucing terus mengeong adalah karena sedang merasakan sakit atau tidak nyaman. Kucing yang mengalami nyeri biasanya tampak lebih gelisah dan mengeluarkan suara lebih sering dari biasanya.

Jika rasa sakit yang dialami cukup berat, suara mengeong bisa terdengar lebih keras atau melengking. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera diperiksakan ke dokter hewan.

2. Lapar

Kucing yang lapar akan berusaha menarik perhatian pemiliknya. Mereka bisa mengeong berulang kali, bahkan mengajak pemilik menuju tempat makan atau lokasi penyimpanan makanan sebagai isyarat bahwa mereka ingin makan.

3. Mengalami stres atau ketakutan

Kenapa kucing mengeong terus juga bisa disebabkan oleh stres atau rasa takut. Saat merasa terancam, kucing cenderung menjadi lebih vokal.

Kondisi ini sering terjadi ketika kucing berada di lingkungan baru atau asing, misalnya saat dibawa ke dokter hewan menggunakan mobil. Pada beberapa kasus, suara mengeong juga disertai desisan sebagai bentuk respons terhadap rasa takut.

Pilihan Redaksi

4. Sedang birahi

Kucing yang sedang memasuki masa birahi umumnya mengeluarkan suara lebih keras dan lebih sering dibandingkan biasanya. Hal ini merupakan cara alami mereka untuk menarik perhatian lawan jenis, terutama pada musim kawin.

5. Ingin bermain

Anak kucing atau kucing yang masih aktif sering mengeong sebagai ajakan bermain. Tak jarang mereka membawa mainan favorit sambil mengeong agar pemilik ikut bermain. Jika perilaku ini muncul, luangkan waktu untuk mengajaknya bermain agar kebutuhan aktivitas fisiknya tetap terpenuhi.

6. Mengalami gangguan saluran kemih

Masalah pada saluran kemih juga dapat membuat kucing lebih sering mengeong. Kucing yang merasa nyeri saat buang air kecil atau buang air besar biasanya akan mengeong ketika berada di sekitar kotak pasir.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan dokter hewan.

7. Penyakit ginjal

Meski tidak terlalu umum, penyakit ginjal juga dapat membuat kucing menjadi lebih gelisah dan lebih sering mengeong. Selain itu, kucing biasanya menunjukkan gejala lain, seperti nafsu makan menurun, lebih sering minum, serta frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Jika gejala tersebut muncul, segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan.

8. Ingin mendapat perhatian

Sebagian kucing belajar bahwa mengeong adalah cara paling efektif untuk mendapatkan perhatian pemiliknya. Karena itu, mereka akan terus mengeong saat ingin diajak berinteraksi, dibelai, atau sekadar menyapa pemiliknya.

Itulah beberapa penyebab kenapa kucing mengeong terus. Meski sering kali dipicu oleh hal sederhana seperti lapar atau ingin bermain, kebiasaan mengeong yang berlangsung terus-menerus juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Jika perilaku tersebut disertai perubahan nafsu makan, lesu, atau gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan.

(san/tis)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]