7 Jenis Susu dan Jumlah Proteinnya, dari Susu Almond sampai Susu Sapi

Jakarta -

Susu sapi selama ini paling populer sebagai sumber protein, padahal susu sapi bukan satu-satunya pilihan. Susu sapi bahkan bukan yang paling tinggi kandungan proteinnya.

Beberapa jenis susu justru memiliki kandungan protein yang jauh lebih tinggi dibanding susu sapi. Jenis susu ini bisa jadi alternatif jika kamu mencari sumber protein harian.

Dikutip dari Times of India, berikut perbandingan kandungan protein tujuh jenis susu, dihitung berdasarkan kadar protein per 100 ml.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlu dicatat, angka-angka ini adalah kisaran umum yang bisa berubah tergantung jenis hewan, ras, cara pengolahan, hingga apakah susu nabati dibuat sendiri di rumah atau produksi pabrik.

7 jenis susu populer berikut jumlah proteinnya

1. Susu Domba: sekitar 5-6 gram protein per 100 ml

7 Jenis Susu dan Jumlah Proteinnya, dari Susu Almond sampai Susu SapiSusu domba jadi juara soal kandungan proteinnya, Foto: Times of India

Kalau protein jadi patokan utama, susu domba adalah juaranya. Kandungan proteinnya berkisar 5-6 gram per 100 ml, jauh di atas susu sapi biasa.

Susu ini juga secara alami kaya lemak dan nutrisi lain, sehingga teksturnya jauh lebih kental dan creamy dibanding susu yang umum diminum.

Karena itu, susu domba lebih sering diolah jadi keju dan yogurt ketimbang diminum langsung.

Kandungan proteinnya yang tinggi membuatnya sangat berguna untuk pembuatan keju, sebab lebih banyak padatan susu yang tersedia untuk diproses.

2. Susu Kerbau: sekitar 3,7-4,5 gram protein per 100 ml

Susu kerbau sangat lekat dengan India, tempat susu ini sudah lama jadi bagian konsumsi harian masyarakat. Kandungan proteinnya umumnya lebih tinggi dari susu sapi, begitu juga kadar lemaknya yang jauh lebih besar.

Lemak tinggi inilah yang memberi susu kerbau tekstur kental dan creamy khas, sekaligus menjadikannya bahan andalan untuk paneer, khoa, yogurt, hingga ghee.

Segelas susu kerbau bisa menyumbang asupan protein yang cukup signifikan, meski kalorinya juga lebih tinggi dibanding susu-susu yang lebih ringan.

3. Susu Sapi: sekitar 3,2-3,5 gram protein per 100 ml

7 Jenis Susu dan Jumlah Proteinnya, dari Susu Almond sampai Susu SapiSusu sapi menjadi salah satu sumber praktis yang bisa menambah asupan protein harian. Foto: Times of India

Meski bukan juara soal protein, susu sapi tetap jadi salah satu sumber paling praktis untuk menambah asupan protein harian. Tergantung jenisnya, susu sapi umumnya mengandung sekitar 3,2-3,5 gram protein per 100 ml yang artinya segelas 250 ml bisa menyumbang sekitar 8 gram protein.

Keunggulan utama susu sapi ada di konsistensi dan kemudahan aksesnya. Susu ini cocok dicampur ke teh, kopi, sereal, smoothie, atau diminum langsung, menjadikannya sumber protein susu lengkap yang mudah didapat sehari-hari.

4. Susu Kambing: sekitar 3-3,5 gram protein per 100 ml

Dari sisi nutrisi, susu kambing cukup mirip dengan susu sapi, termasuk soal kandungan protein yang berada di kisaran 3-3,5 gram per 100 ml.

Anggapan bahwa susu kambing lebih mudah dicerna sebenarnya kerap dilebih-lebihkan, dan susu ini tetap tidak disarankan bagi orang dengan alergi protein susu sapi karena proteinnya bisa bereaksi silang.

Namun bagi yang memang menyukai rasa atau teksturnya, susu kambing tetap jadi pilihan bernutrisi. Apalagi susu ini punya kandungan kalsium dan mikronutrien lain yang tinggi.

5. Susu Unta: sekitar 3-3,5 gram protein per 100 ml

7 Jenis Susu dan Jumlah Proteinnya, dari Susu Almond sampai Susu SapiSusu unta juga mungkin asing, tetapi punya kandungan protein dan nutrisi yang khas. Foto: Times of India

Susu unta mungkin terdengar asing bagi kebanyakan orang Indonesia, tapi susu ini sudah dikonsumsi selama berabad-abad di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Asia.

Kandungan proteinnya secara umum sebanding dengan susu sapi, meski jumlah pastinya bisa bervariasi. Yang menarik dari susu unta bukan cuma soal jumlah proteinnya, tapi juga komposisi protein dan nutrisi lain di dalamnya yang cukup khas.

Teksturnya cenderung tidak sekental susu kerbau dan punya rasa asin yang samar.

6. Susu Kedelai: sekitar 3-4 gram protein per 100 ml

Di antara susu nabati, susu kedelai jadi salah satu yang paling unggul soal protein. Kandungannya memang bervariasi tergantung cara pembuatannya, tapi bisa mencapai 3-4 gram per 100 ml.

Jumlah tersebut cukup mengejutkan karena mendekati susu sapi dan jauh di atas kebanyakan susu berbahan kacang-kacangan lain.

Susu kedelai juga istimewa karena proteinnya mengandung sembilan asam amino esensial lengkap, menjadikannya sumber protein nabati yang berkualitas.

Bagi yang menghindari produk susu hewani tapi tetap ingin asupan protein yang berarti, susu kedelai biasanya jadi pilihan yang jauh lebih baik dibanding susu almond atau susu beras.

7. Susu Almond: sekitar 0,5-1 gram protein per 100 ml

7 Jenis Susu dan Jumlah Proteinnya, dari Susu Almond sampai Susu SapiMeski dari protein nabati, namun susu almodn merupakan sumber protein mengesankan. Foto: Times of India

Meski punya citra sehat, susu almond ternyata bukan sumber protein yang mengesankan. Sebagian besar produk susu almond komersial didominasi air dengan kandungan almond yang relatif sedikit, sehingga kadar proteinnya bisa serendah 0,5-1 gram per 100 ml.

Bukan berarti susu almond jadi pilihan buruk, hanya saja sebaiknya tidak diandalkan sebagai sumber protein utama. Kalau protein jadi prioritas, susu kedelai jauh lebih unggul dibanding susu almond.

Jadi, Susu Mana yang Proteinnya Paling Tinggi?

Dari ketujuh jenis susu ini, susu domba jadi yang tertinggi dengan sekitar 5-6 gram protein per 100 ml.

Susu kerbau menyusul di posisi kedua sebagai salah satu susu terkaya protein yang umum dikonsumsi, khususnya di India.

Sementara itu, susu sapi, susu kambing, dan susu unta berada di kisaran protein yang relatif mirip.

Untuk kategori susu nabati, susu kedelai jadi yang paling menonjol, sedangkan susu almond berada di ujung paling rendah kandungan proteinnya.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Kepala BGN Sebut Tinggi Anaknya 180 Cm karena Minum Susu dari Kecil"
[Gambas:Video 20detik] (Beta Lukitasari Wijaya/adr)