52.971 warga Jakarta Pusat sudah aktivasi IKD
Jakarta (ANTARA) - Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 52.971 warga di delapan kecamatan di wilayahnya telah melakukan perekaman dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) selama periode Januari hingga 10 September 2026.
"Berdasarkan data per 1 Januari hingga 10 September 2026, tercatat sebanyak 52.971 warga di delapan kecamatan sudah difasilitasi aktivasi IKD," ujar Kepala Seksi Pelayanan Pendaftaran Penduduk Suku Dinas Dukcapil Jakarta Pusat, Agus Suryono di Jakarta, Rabu.
Agus mengatakan, IKD berfungsi sebagai bukti identitas digital dan kepemilikan dokumen yang sah serta memberikan otentikasi bagi warga saat mengakses layanan publik berbasis digital.
Adapun pelayanan pendaftaran dan aktivasi IKD di Jakarta Pusat dilakukan secara tatap muka untuk mencegah pemalsuan data sekaligus memastikan proses verifikasi identitas warga.
"Pendaftaran IKD melalui tatap muka langsung untuk menghindari pemalsuan data, tidak secara online," ujarnya.
Baca juga: Raih aktivasi IKD tertinggi, Pemkot Jaksel terima Dukcapil Prima Award 2026
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan daring yang mengatasnamakan layanan Dukcapil dan hanya menggunakan layanan resmi.
Untuk memperluas akses layanan, Sudin Dukcapil Jakarta Pusat juga menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi berbagai kegiatan masyarakat di kelurahan, lingkungan RT/RW hingga sekolah.
Layanan tersebut juga kerap digelar bersamaan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program perlindungan sosial lainnya di kantor kelurahan.
Agus kembali mengingatkan warga mengakses layanan IKD melalui loket pelayanan terpadu atau layanan jemput bola resmi yang diselenggarakan petugas Dukcapil.
"Petugas kami hadir mengenakan atribut lengkap berupa surat tugas resmi dan tanda pengenal demi keamanan dan kenyamanan," katanya.
Baca juga: Pemkot Jakpus gencarkan penertiban tata administrasi kependudukan
Baca juga: Pemkot Jakpus verifikasi 59 ribu lebih data kependudukan tidak dikenal
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.