5 Masalah Manchester United Terkuak Jelang Liga Inggris 2026/2027
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325144/original/096236100_1786830274-mu_mil_2.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Manchester United menutup pramusim dengan kekalahan 2-4 dari AC Milan di Polandia. Hasil itu menjadi sinyal peringatan untuk Michael Carrick sebelum Premier League 2026/2027 dimulai, seperti dilaporkan Express.
Dalam laga tersebut, MU dua kali sempat memimpin. Namun, Milan mampu mencetak tiga gol hanya dalam 14 menit pada babak kedua dan membalikkan keadaan.
Situasi itu menyingkap lima pekerjaan rumah utama: bek kiri yang belum solid, ketergantungan pada Bruno Fernandes, performa Harry Maguire yang belum meyakinkan, lini depan yang belum stabil, serta urgensi mempertahankan Marcus Rashford.
Bek Kiri Masih Jadi Titik Lemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445238/original/094388900_1765836868-AP25349770107350.jpg)
Perbesar
Posisi bek kiri kembali menjadi sorotan. Luke Shaw diberi kesempatan tampil melawan Milan, tetapi performanya belum cukup meyakinkan. Ia beberapa kali kerepotan menghadapi lawan dan menjadi area yang mudah dieksploitasi.
Kebutuhan mendatangkan bek kiri baru pun kian mendesak. Nama Lewis Hall disebut sebagai salah satu target utama untuk memperkuat sektor ini.
Selain Hall, Myles Lewis-Skelly dan David Raum juga masuk radar. Tanpa perubahan signifikan, sisi kiri pertahanan berpotensi tetap menjadi titik lemah pada awal musim.
Kreativitas Masih Bertumpu Bruno Fernandes
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325143/original/052494700_1786830020-mu_mil.jpg)
Perbesar
Bruno Fernandes kembali menunjukkan perannya sebagai sumber kreativitas utama. Gelandang Portugal itu memberi umpan yang berujung gol Harry Maguire saat menghadapi Milan.
Masalahnya, aliran peluang MU masih terlalu bertumpu padanya. Ketika Bruno tidak mampu memberi perbedaan, kualitas serangan menurun drastis.
Kontribusi pemain lain seperti Mason Mount dan Youri Tielemans diharapkan meningkat agar sumber kreativitas lebih beragam dan permainan tidak mudah ditebak.
Performa Harry Maguire Mulai Mengkhawatirkan
Harry Maguire memang mencatatkan gol, tetapi penampilan keseluruhannya masih menyisakan tanda tanya. Ia beberapa kali kehilangan posisi dan terlibat dalam proses terjadinya gol lawan.
Dengan jadwal padat pada musim 2026/2027, Carrick membutuhkan kedalaman yang lebih baik di jantung pertahanan untuk menjaga konsistensi.
Maguire mungkin tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, performa seperti saat melawan Milan memperlihatkan bahwa sektor belakang MU masih memerlukan peningkatan.
Lini Depan Belum Meyakinkan, Rashford Jadi Kunci
Belanja besar di sektor serang belum berbuah konsistensi. Matheus Cunha kesulitan memberi pengaruh besar saat menghadapi Milan, sementara Benjamin Sesko belum stabil sejak bergabung dan kini menepi karena cedera.
Bryan Mbeumo menunjukkan beberapa hal positif sepanjang pramusim, namun ketajaman di depan gawang masih perlu ditingkatkan. MU tidak boleh memulai musim dengan problem penyelesaian akhir.
Di sisi lain, kembalinya Marcus Rashford menjadi titik terang. Masuk sebagai pemain pengganti, ia menghadirkan sejumlah momen menjanjikan meski masa depannya masih menjadi tanda tanya.
Mempertahankan Rashford dinilai bisa memperkaya opsi menyerang. Ketika berada pada kondisi terbaik, ia tetap menjadi salah satu penyerang paling berbahaya yang dimiliki MU. Kehadirannya juga dapat membantu mengurangi ketergantungan MU terhadap pemain tertentu untuk mencetak gol.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Rekap Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026, 17 Agustus: Kuartet Indonesia Sempurna