4 Negara Kompak Bilang Israel Biang Kerok Ketidakstabilan Timur Tengah
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan, yang tergabung dalam kelompok empat negara, menyatakan bahwa pendudukan Israel menjadi sumber utama ketidakstabilan di kawasan dan sekitarnya.
Baca Juga
Para menlu itu mengatakan kebijakan Israel telah memperdalam rasa ketidakadilan yang meluas di kalangan opini publik global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pertemuan yang berlangsung di Istanbul pada Jumat, mereka menyerukan implementasi segera solusi dua negara sesuai resolusi PBB yang relevan.
Baca Juga
Para menlu menegaskan kembali dukungannya terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak yang tidak dapat diganggu gugat untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, layak, dan memiliki wilayah yang berbatasan secara teritorial berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Hal ini sejalan dengan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan demi terwujudnya perdamaian yang komprehensif di Kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
Para diplomat itu mendesak agar kekerasan dan upaya untuk mengubah status hukum dan sejarah Yerusalem yang terus dilakukan Israel segera dihentikan.
Selain itu, mereka juga menyerukan langkah-langkah untuk mencegah kehancuran lebih lanjut dan mengakhiri penderitaan kemanusiaan di Palestina.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri dari keempat negara itu juga mengecam aktivitas kolonial yang telah dan yang masih berlangsung di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta kejahatan yang dilakukan pemukim terhadap rakyat Palestina.
Mereka menekankan pentingnya langkah-langkah mendesak guna memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Gaza bebas hambatan. (Ant)
Jadi Sorotan, Raja Charles Kutip Hadis Nabi Muhammad SAW Saat Menjamu Sultan Oman
Ada yang menarik saat jamuan kenegaraan Sultan Oman, Haitham bin Tarik yang diselenggarakan Kerajaan Inggris Selasa lalu. Raja Charles III mengutip hadis Nabi Muhammad.
VIVA.co.id
22 Oktober 2026