4 Beda Kopitiam dan Kedai Kopi Kekinian, Bukan Cuma Soal Suasana!
Daftar Isi
Jakarta -
Di tengah banyaknya kedai kopi kekinian, eksistensi kopitiam tak luntur. Meski sama-sama menyajikan kopi dan makanan, tapi ada perbedaan penting di antara keduanya. Simak informasinya yuk!
Ngopi di kedai kopi kekinian sudah jadi rutinitas banyak orang. Kedai-kedai kopi modern sangat mudah ditemui di hampir tiap sudut kota, bikin ngopi tak lagi cuma gaya hidup, tapi juga kebutuhan.
Padahal, jauh sebelum tren kedai kopi kekinian meledak, kopitiam sudah lebih dulu mewarnai kebiasaan ngopi masyarakat Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekilas keduanya sama-sama jualan kopi, tapi ternyata kopitiam dan kedai kopi kekinian punya sejumlah perbedaan yang cukup mencolok, seperti dirangkum dari situs Santino. Perbedaan itu terlihat dari alat seduh, istilah menu, jenis susu, sampai makanan pendampingnya.
1. Alat Pembuat Kopi: Mesin Modern vs Teko Tradisional
Alat pembuat kopi jadi pembeda paling mendasar antara kopitiam dan kedai kopi kekinian. Kedai kopi kekinian umumnya mengandalkan mesin espresso modern, sedangkan kopitiam masih setia dengan alat tradisional berupa teko besar berleher panjang yang dilengkapi saringan kain untuk menyaring ampas kopi.
2. Istilah Kopi yang Spesifik
Foto: Getty Images/Azis Septian
Kalau kedai kopi kekinian biasanya punya menu andalan yang beda-beda tiap tempat, kopitiam justru punya "bahasa" menu yang nyaris seragam di hampir semua gerai.
Kopi O artinya kopi hitam dengan gula, Kopi O Kosong berarti kopi hitam polos tanpa tambahan apa pun, dan Kopi Peng adalah versi es dari kopi bergula.
Ada juga Kopi Coffee (kopi dengan susu kental manis dan sedikit gula), Kopi C (kopi dengan campuran susu kental manis dan gula), sampai Yuan Yang alias kopi yang dicampur teh.
3. Susu UHT vs Susu Evaporasi
Sama-sama identik dengan menu kopi susu, kedai kopi kekinian dan kopitiam ternyata memakai jenis susu yang berbeda.
Kedai kopi kekinian umumnya mengandalkan susu UHT, sedangkan kopitiam lebih akrab dengan susu evaporasi. Bedanya ada di kekentalan tekstur dan tingkat manis yang dihasilkan.
Umumnya susu UHT terasa lebih ringan dan mirip susu segar, sedangkan susu evaporasi memiliki rasa yang jauh lebih gurih, creamy, dan kaya dengan sedikit sentuhan aroma karamel.
Foto: Getty Images/Azis Septian
Salah satu ciri khas kopitiam yang jarang ditemui di kedai kopi kekinian adalah menu pendampingnya. Kopitiam identik dengan telur setengah matang serta roti panggang berselai butter atau srikaya, bahkan tak sedikit yang juga menjual nasi lemak dan kwetiau goreng.
Sementara itu, kedai kopi kekinian lebih banyak menyajikan roti atau kue-kue modern, seperti croissant , cake, dan aneka pastry lain. Masih jarang kedai kopi kekinian yang menyajikan camilan tradisional khas Indonesia.
Jadi, meski sama-sama mengusung kopi sebagai menu utama, kopitiam dan kedai kopi kekinian punya karakter dan identitasnya masing-masing. Hal ini tak sekadar soal mana yang lebih hits, tapi juga bagaimana keduanya merawat cara menikmati kopi dengan caranya sendiri.
(adr/adr)