4.000 Awak Kabin WestJet Mogok, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Bagikan:
JAKARTA - Lebih dari 4.000 awak kabin penerbangan WestJet, maskapai penerbangan terbesar kedua di Kanada, melakukan mogok kerja pada Hari Minggu, menyebabkan ratusan penerbangan harian tertunda dan mengganggu rencana perjalanan sekitar 250.000 penumpang.
Gaji menjadi inti perselisihan. Pramugari/pramugara maskapai tersebut menuntut kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan di darat sebelum dan sesudah penerbangan.
Para pramugari/pramugara tersebut adalah anggota Serikat Pekerja Sektor Publik Kanada (Canadian Union of Public Employees).
Dalam sebuah pernyataan, perwakilan serikat pekerja Alia Hussain menyalahkan WestJet atas pemogokan tersebut.
"Kita tidak akan berada di sini jika (maskapai) telah menanggapi kekhawatiran kita dengan serius selama hampir 11 bulan perundingan," kata Hussain, dikutip dari Anadolu (3/8).
Pihak WestJet mengkonfirmasi pemogokan tersebut dan membatalkan 495 penerbangan pada hari Minggu, menurut FlightAware, yang mengacaukan rencana perjalanan di Kanada di tengah liburan akhir pekan tiga hari, dikutip dari ABC News.
Maskapai tersebut juga mengumumkan pada Hari Minggu, pemogokan itu menyebabkan pembatalan perjalanan bagi 250.000 penumpang.
Hari Senin adalah hari libur nasional di Kanada, menjadikannya salah satu akhir pekan perjalanan tersibuk dalam setahun. Mogok kerja ini diperkirakan akan merugikan WestJet jutaan dolar.
Sementara itu, pihak WestJet mengatakan penumpang yang terkena dampak akan menerima pengembalian dana.
"Kami kecewa berada di sini; ini secara langsung berdampak pada rencana perjalanan para tamu kami, karyawan WestJet, dan komunitas serta bisnis yang kami layani," kata CEO Alexis von Hoensbroech kepada The Canadian Press.

Terkait tuntutan, pihak serikat pekerja mengatakan bahwa sebagian dari pekerjaan tersebut tidak dibayar. Sementara perusahaan mengatakan stafnya memang diberi kompensasi, dengan menyebutkan pembayaran melalui sistem "jam kredit" daripada tarif per jam.
"Kami mengajukan proposal yang akan menetapkan standar baru bagi awak kabin di Kanada, menjadikan WestJet satu-satunya maskapai penerbangan yang menawarkan tarif per jam yang mencakup semua waktu sebelum dan sesudah penerbangan, ditambah kenaikan gaji dua digit di tahun pertama di antara prioritas lain yang diangkat oleh serikat pekerja," jelas von Hoensbroech.
"Sayangnya, proposal itu tidak diterima," tandas CEO WestJet Group itu.
Proposal maskapai tersebut mencakup kenaikan gaji 13 persen pada Bulan Oktober, kenaikan 2,5 persen setiap Bulan Januari selama tiga tahun berikutnya, pembayaran gaji retroaktif hingga Januari lalu, dan pembayaran tambahan untuk semua jam kerja, yang setara dengan kenaikan gaji 12 persen lainnya, menurut WestJet.
Proposal tersebut juga meningkatkan tunjangan lain seperti uang makan harian, tunjangan liburan, dan cuti melahirkan.
Sedangkan Hussain mengatakan para negosiator "berusaha hingga menit terakhir untuk mendapatkan kesepakatan yang adil yang mengakui nilai pekerjaan yang dilakukan oleh awak kabin."
"Tawaran WestJet tidak cukup memadai," kata Hussain.
Kendati demikian, kedua pihak mengatakan mereka bersedia melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan.
BACA JUGA:
Diketahui, Delta Air Lines menjadi maskapai penerbangan pertama yang memperkenalkan pembayaran untuk pekerjaan di darat pada tahun 2022. Air Canada mengikutinya pada Bulan Februari di bawah kontrak baru.
Menteri Ketenagakerjaan Federal Patty Hajdu mengatakan dalam unggahan media sosial, ia kedua pihak gagal mencapai kesepakatan setelah mencoba menegosiasikan kontrak baru.
Pramugari saat ini mendapatkan bayaran antara 28,88 dolar AS hingga 53,61 dolar AS per jam kerja.
Berdasarkan perjanjian baru Air Canada, pramugari menerima kompensasi hingga 70 persen dari tarif per jam mereka untuk jam sebelum lepas landas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+