30 Raja Kayu Gergajian Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

30 July 2026 13:05

Jakarta, CNBC Indonesia - Kayu olahan (sawnwood) masih menjadi salah satu bahan baku paling penting bagi industri global, mulai dari pembangunan rumah, furnitur, renovasi bangunan, hingga palet logistik. Di balik tingginya permintaan tersebut, produksi dunia ternyata terkonsentrasi hanya di segelintir negara.

Data Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan Amerika Serikat masih menjadi produsen kayu olahan terbesar di dunia pada 2024 dengan produksi sekitar 2,7 miliar kaki kubik atau menyumbang 17% dari total produksi global.

China berada di posisi kedua dengan produksi 2,1 miliar kaki kubik, disusul Rusia, Kanada, dan India. Kelima negara tersebut secara bersama-sama menghasilkan lebih dari setengah produksi kayu olahan dunia.

Produksi Terkonsentrasi di Segelintir Negara

Dominasi lima negara tersebut mencerminkan kombinasi sumber daya hutan yang luas, kapasitas industri penggergajian (sawmill) yang besar, serta tingginya permintaan dari sektor konstruksi dan manufaktur.

Di bawah lima besar, Eropa tetap menjadi salah satu kawasan penting dalam rantai pasok kayu dunia. Jerman berada di peringkat keenam, diikuti Swedia dan Finlandia yang dikenal memiliki hutan tanaman yang dikelola secara intensif dan industri kayu berorientasi ekspor.

Austria dan Prancis juga masuk dalam 15 besar produsen dunia, memperlihatkan peran Eropa yang masih kuat dalam memasok kebutuhan kayu global.

China Mengejar Amerika

Meski Amerika Serikat masih memimpin produksi global, China menjadi negara dengan pertumbuhan paling pesat dalam dua dekade terakhir.

Sejak 2004, produksi kayu olahan China meningkat lebih dari tiga kali lipat. Pertumbuhan tersebut didorong urbanisasi yang pesat sehingga permintaan untuk perumahan, bangunan komersial, dan infrastruktur terus meningkat.

China juga berkembang menjadi salah satu pusat pengolahan dan konsumsi produk kayu terbesar di dunia, mulai dari industri furnitur hingga berbagai produk kayu olahan untuk sektor manufaktur.

Indonesia Masih Masuk 30 Besar

Indonesia berada di peringkat ke-30 dengan produksi sekitar 78 juta kaki kubik, setara 0,5% produksi kayu olahan dunia.

Posisi tersebut memang masih jauh dibandingkan negara-negara produsen utama. Sebagai perbandingan, produksi Amerika Serikat mencapai sekitar 35 kali lebih besar dibanding Indonesia.

Meski demikian, masuknya Indonesia dalam daftar 30 besar menunjukkan negara ini masih menjadi bagian dari rantai pasok kayu global, terutama di tengah tingginya kebutuhan bahan bangunan dan produk berbasis kayu di berbagai negara.

(mae/mae)