3 Cara Bikin Tubuh Lebih Berenergi di Pagi Hari Tanpa Kopi

Jakarta, CNN Indonesia --

Secangkir kopi sering menjadi pilihan pertama untuk mengusir rasa kantuk pada pagi hari. Bagi banyak pekerja kantoran, kopi bahkan sudah menjadi bagian dari rutinitas sebelum memulai aktivitas.

Kafein memang dapat memberikan dorongan energi dan membuat tubuh terasa lebih waspada. Namun, efek tersebut cenderung bersifat sementara. Setelah efek kafein berkurang, rasa lelah dan mengantuk bisa kembali muncul.

Ahli gizi Taiwan, Gao Minmin, mengatakan rasa lesu dan mengantuk terus-menerus tidak selalu berarti tubuh kekurangan kopi. Bisa jadi, kebutuhan dasar tubuh seperti asupan nutrisi, cairan, dan paparan cahaya pagi belum terpenuhi dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh lebih siap beraktivitas sejak pagi tanpa harus selalu mengandalkan kafein. Berikut beberapa kebiasaannya melansir VNExpress:

1. Awali pagi dengan sarapan tinggi protein

Sarapan hanya dengan kopi atau makanan yang tinggi karbohidrat olahan dapat membuat gula darah naik dengan cepat. Setelah itu, kadar gula darah dapat kembali turun sehingga energi ikut menurun dan rasa lelah muncul sebelum waktu makan siang.

Karena itu, menambahkan sumber protein berkualitas ke dalam menu sarapan dapat membantu menjaga energi lebih stabil. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan makanan. Asupan ini juga penting untuk mendukung fungsi tubuh, termasuk menjaga konsentrasi selama beraktivitas.

Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi pada pagi hari antara lain telur rebus, telur teh, susu kedelai tanpa gula, atau yoghurt Yunani. Sarapan tidak harus dalam porsi besar. Yang terpenting, pastikan ada sumber protein dalam menu agar tubuh memiliki bekal energi untuk menjalani aktivitas hingga siang.

Pilihan Redaksi

2. Minum air secara berkala

Rasa lelah dan sulit berkonsentrasi pada pagi hari juga bisa berkaitan dengan kurangnya cairan. Otak sebagian besar terdiri dari air sehingga keseimbangan cairan tubuh berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif. Ketika tubuh mengalami dehidrasi ringan, konsentrasi, kecepatan berpikir, hingga kemampuan bereaksi dapat ikut terganggu.

Tak sedikit orang yang mengira rasa lemas tersebut disebabkan kurang tidur atau terlalu banyak bekerja. Padahal, tubuh mungkin sedang membutuhkan cairan. Untuk mencegahnya, jangan menunggu sampai merasa sangat haus sebelum minum. Anda juga tidak perlu langsung menenggak air dalam jumlah banyak sekaligus.

Lebih baik minum air dalam jumlah cukup secara berkala sepanjang hari. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dan mendukung fungsi otak selama beraktivitas.

Sebuah penelitian pada 2021 juga menemukan bahwa tidak minum selama 12 jam dapat memengaruhi kewaspadaan dan waktu reaksi. Asupan air yang cukup kemudian dikaitkan dengan perbaikan kedua fungsi tersebut.

3. Cari sinar matahari pagi, bukan langsung membuka ponsel

Apa yang dilakukan sesaat setelah bangun tidur ternyata dapat memengaruhi kesiapan tubuh menjalani hari. Alih-alih langsung meraih ponsel dan menggulir media sosial, cobalah membuka tirai atau keluar rumah untuk mendapatkan paparan cahaya pagi.

Paparan cahaya pada pagi hari membantu memberi sinyal kepada tubuh bahwa hari telah dimulai. Cahaya juga berperan dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, termasuk memengaruhi produksi hormon melatonin yang berkaitan dengan rasa kantuk.

Karena itu, beberapa menit berada di luar ruangan pada pagi hari dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu tubuh lebih siap terjaga. Anda bisa memanfaatkannya dengan berjalan santai, melakukan peregangan ringan, atau sekadar duduk menikmati udara pagi. Selama itu, coba tahan keinginan untuk langsung memeriksa notifikasi di ponsel.

Jika pagi hari masih terasa berat, tidak ada salahnya mengevaluasi kembali kebiasaan sebelum beraktivitas. Bisa jadi tubuh bukan sedang meminta secangkir kopi tambahan, melainkan sarapan yang lebih bergizi, cukup air, dan paparan cahaya pagi.

Dengan membangun tiga kebiasaan sederhana tersebut secara konsisten, tubuh dapat memiliki fondasi yang lebih baik untuk menjaga energi dan konsentrasi sepanjang hari.

(tis/tis)