3.400 mahasiswa di Kaltim dilibatkan untuk mengedukasi mitigasi bencana - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur merangkul sekitar 3.400 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mengedukasi warga sekaligus memetakan data mitigasi bencana langsung dari tingkat desa.

"Kami berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa serta pihak universitas untuk meminta dukungan dari adik-adik mahasiswa KKN agar mengambil peran tematik terkait data kebencanaan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Sabtu.

Buyung memaparkan bahwa ribuan agen mitigasi muda tersebut merupakan gabungan mahasiswa yang berasal dari sembilan perguruan tinggi di wilayah Kalimantan Timur.

Para mahasiswa KKN ini digandeng dengan edukasi kebencanaan agar dapat membantu pemerintah menghimpun data empiris di lapangan, yang nantinya akan diolah dan dikaji sebagai dasar perumusan strategi mitigasi penanganan bencana yang tepat sasaran.

Langkah pelibatan kalangan akademis ke tengah masyarakat ini dinilai pihaknya efektif untuk memperkuat struktur pencegahan bencana dari tingkat tapak, sejalan dengan program pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang terus didorong oleh pemerintah.

Menurut Buyung, kolaborasi lintas sektor dibutuhkan mengingat tantangan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama musim kemarau panjang, di mana faktor kelalaian manusia masih menjadi pemicu utama.

Melalui edukasi yang disampaikan oleh mahasiswa, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar tanpa mematuhi standar operasional keamanan, seperti ketersediaan sumber air dan penjagaan api.

"Dengan basis data yang dikumpulkan oleh teman-teman mahasiswa KKN, kami bisa lebih optimal menampung informasi untuk dikaji, sehingga penanganan dan mitigasi bencana dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal di masing-masing daerah," ujar Buyung.

Untuk memastikan setiap pelaporan tertangani dengan cepat, BPBD Kaltim juga terus mengimbau warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 112 apabila menemukan titik api darurat di lingkungan sekitarnya.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.