201 KK di Dusun Sei Biang Bengkayang nikmati listrik masuk desa - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Sebanyak 201 kepala keluarga (KK) di Dusun Sei Biang, Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini dapat menikmati manfaat listrik setelah jaringan kelistrikan masuk ke desa tersebut.
Kepala Desa Bengkawan Julianus mengatakan, masuknya listrik membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan penerangan, mempermudah komunikasi, serta mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak sehingga listrik ini bisa kami nikmati, khususnya warga kami yang ada di Dusun Sei Biang,” kata Julianus di Bengkayang , Rabu.
Ia menjelaskan, keberadaan listrik juga mendukung penggunaan fasilitas Wi-Fi di dusun tersebut sehingga masyarakat lebih mudah berkomunikasi melalui telepon seluler. Sebelumnya, warga harus mencari lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal.
Manfaat lainnya dirasakan keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Dengan tersedianya penerangan listrik, anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan lebih nyaman, sementara warga juga bisa menggunakan perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Meski kini 201 KK di Dusun Sei Biang dapat merasakan manfaat listrik, Julianus berharap pemerataan jaringan kelistrikan juga menjangkau dua dusun lainnya di Desa Bengkawan, yakni Dusun Bumbung dan Dusun Simpang Empat.
Pembangunan jaringan listrik di Dusun Bumbung sebelumnya juga direncanakan, tetapi pengerjaannya terhenti sebelum selesai. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui instansi terkait memberikan perhatian terhadap kelanjutan pembangunan tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat melalui berbagai lembaga di bawahnya memperhatikan wilayah kami yang belum teraliri listrik,” katanya.
Ia berharap perluasan jaringan listrik dapat terus dilakukan agar masyarakat di seluruh dusun Desa Bengkawan memperoleh akses yang sama untuk menunjang aktivitas sehari-hari, komunikasi, dan pendidikan.
Salah seorang warga, Santo mengaku senang karena kehadiran listrik mempermudah komunikasi sekaligus memberikan penerangan bagi keluarganya.
“Terima kasih kepada pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Kami sangat senang. Sekarang kalau menelepon jadi mudah karena di kampung sudah ada Wi-Fi,” kata Santo.
Ia mengatakan, sebelum listrik masuk, warga mengalami kesulitan berkomunikasi karena keterbatasan sinyal. Untuk menelepon, mereka terkadang harus pergi ke lokasi yang lebih tinggi agar mendapatkan jaringan.
“Kalau dulu, mau menonton televisi pun susah, apalagi menelepon harus naik ke puncak dulu untuk mendapatkan sinyal. Ditambah lagi, anak-anak kami kalau malam hari bisa belajar,” ujarnya.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.