166 Tahun Berlalu, Identitas Awak Franklin Terungkap Lewat DNA

Pelaut yang ditemukan jauh dari yang lain diidentifikasi sebagai Harry Peglar, Kapten Foretop di kapal Terror. Identitasnya tidak diketahui sejak 1859, ketika jasad yang ditemukan membawa dokumen pribadi Peglar.

Namun, pakaian yang dipakai oleh jasad tersebut tidak sesuai dengan pangkat Peglar. Hal ini membuat misteri yang bertahan selama beberapa generasi.

"Menarik untuk bisa mengidentifikasi awak kapal ini secara pasti karena bersama jenazahnya, terdapat dokumen tertulis yang bisa dibilang satu-satunya dokumen dari ekspedisi tersebut yang pernah ditemukan," ucap seorang profesor antropologi di Waterloo sekaligus rekan Stenton, Dr. Robert Park.

Dokumen-dokumen tersebut kemudian dikenal sebagai “Peglar Papers (Dokumen Peglar).” Dokumen yang ditemukan bersama sertifikat pelaut Peglar ini berisi puisi dan apa yang terlihat sebagai deskripsi peristiwa-peristiwa yang terjadi selama ekspedisi.

Para peneliti juga mengidentifikasi William Orren pelaut handal, David Young anak buah kelas satu, dan John Bridgens, Pelayan Perwira Bawahan. Identitas mereka mengkonfirmasi bahwa ketiganya selamat selama tiga tahun pertama ekspedisi tersebut dan termasuk di antara awak kapal yang pada akhirnya berusaha melarikan diri dari Arktik setelah meninggalkan kapal-kapal yang terjebak.

Temuan ini adalah kelanjutan dari penelitian DNA sebelumnya yang dilakukan oleh tim peneliti yang sama. Pada tahun 2021, DNA dari seorang keturunan yang masih hidup memungkinkan para peneliti untuk mengidentifikasi John Gregory, seorang insinyur dari kapal Erebus.

Terobosan lainnya terjadi pada 2024, ketika DNA mengidentifikasi James Fitzjames, Kapten kapal Erebus. Bukti dari jasad Fitzjames menunjukkan bahwa badannya pernah menjadi korban kanibalisme. Sebaliknya, sisa-sisa jenazah keempat pelaut yang diidentifikasi dalam penelitian terbaru ini tidak menunjukkan adanya bukti kanibalisme.

"Untuk keturunan-keturunan yang masih hidup, penemuan ini memberikan rincian yang sebelumnya tidak tersedia tentang keadaan dan lokasi kematian kerabat mereka, juga identitas beberapa awak kapal yang tewas bersama mereka," ujar Stenton.