120 ribu warga Kaltara menggunakan QRIS
120 ribu warga Kaltara menggunakan QRIS
Senin, 17 Agustus 2026 04:00 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Agus Taufik di Tarakan, Sabtu malam (15/8). (ANTARA/Susylo Asmalyah)
Tarakan (ANTARA) - Penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital di Kalimantan Utara (Kaltara) terus meningkat, saat ini Bank Indonesia (BI) mencatat ada sekitar 120 ribu masyarakat di Kaltara telah menggunakan QRIS.
"Pertumbuhan penggunaan QRIS terlihat dari meningkatnya volume dan frekuensi transaksi," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Agus Taufik di Tarakan, Sabtu.
Dia mengatakan dari sisi volume terus meningkat, kemudian dari sisi frekuensi transaksi juga meningkat, disebabkan jaringan komunikasi dan telekomunikasi juga semakin mendukung.
Agus menjelaskan semakin mudahnya akses internet dan layanan digital turut membuat QRIS lebih cepat diterima masyarakat. Penggunaannya tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, tetapi mulai meluas hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Saat ini, BI terus memperluas penggunaan QRIS melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, perbankan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, hingga Bank Pembangunan Daerah (BPD), katanya.
“Jumlah masyarakat yang sudah menggunakan QRIS sudah sekitar 120 ribu di Kalimantan Utara. Saya yakin ke depan akan semakin meningkat melalui berbagai promosi produk, kemudahan layanan dan kerja sama,” ujarnya.
Agus menyebut generasi muda menjadi salah satu kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan pembayaran digital. Kebiasaan menggunakan e-commerce dan berbagai layanan digital membuat transaksi menggunakan QRIS semakin familiar.
“Generasi muda, milenial, Gen Z ini semakin mudah beradaptasi terhadap layanan digital. Belanja sekarang menggunakan e-commerce, kemudian sistem pembayaran pun menggunakan kanal QRIS,” jelasnya.
Namun, BI tidak ingin perluasan QRIS hanya menyasar generasi muda. Edukasi tetap dilakukan agar masyarakat dari berbagai kelompok memahami dan mampu menggunakan pembayaran digital.
“Kita harapkan semua masyarakat lebih familiar dan menerima sistem pembayaran melalui QRIS,” katanya.
Agus menegaskan penguatan transaksi digital bukan berarti pembayaran tunai akan ditinggalkan.
Menurutnya, transaksi tunai dan digital tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pembayaran tunai juga tetap kita dorong. Keduanya saling melengkapi. Digital terus kita kuatkan, bukan berarti sistem pembayaran tunai kita tinggalkan,” ujarnya.
Baca juga: Katalis 2026 BI Kaltara meriahkan Pekan QRIS Nasional
Baca juga: Benuanta Economic Forum 2026 rumuskan transformasi ekonomi Kaltara
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.