10 Tahun Bintang Thailand Chanathip Lawan Indonesia, Kini Hadapi Garuda Versi Baru
Warta Ekonomi, Jakarta -
Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi Chanathip Songkrasin dalam rivalitasnya dengan Timnas Indonesia. Kapten Thailand itu kini kembali berhadapan dengan Garuda, tetapi kali ini ia melihat lawan yang jauh berbeda dibandingkan saat pertama kali bertemu.
Chanathip akan memimpin Thailand menghadapi Timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Pertandingan tersebut menjadi pertemuan ketujuh Chanathip dengan Indonesia bersama Thailand.
Bagi gelandang berusia 32 tahun itu, duel kali ini memiliki cerita tersendiri karena sudah cukup lama sejak terakhir kali ia menghadapi skuad Garuda. Pertemuan terakhir Chanathip terjadi pada final Piala AFF 2020 yang dimainkan pada akhir 2021 hingga awal 2022, ketika Thailand menang agregat 6-2.
Kini, setelah melewati perjalanan panjang bersama Thailand, Chanathip kembali melihat Indonesia sebagai lawan di partai puncak. Bedanya, komposisi skuad Garuda yang akan dihadapinya sudah mengalami perubahan besar.
Chanathip secara khusus menyoroti keberadaan banyak pemain keturunan di Timnas Indonesia. Menurutnya, perkembangan tersebut membuat kualitas skuad Garuda saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Mungkin hampir tiga atau empat tahun lalu kami bertemu dengan Indonesia di final. Tentu saja, kalau ditanya apakah banyak perubahan, sekarang semua negara di ASEAN sudah berkembang sangat pesat," ujar Chanathip dalam konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (4/10/2026).
Ia kemudian menunjuk perubahan komposisi pemain sebagai salah satu hal yang paling terlihat dari Timnas Indonesia. Chanathip menilai Indonesia sekarang memiliki cukup banyak pemain keturunan yang memperkuat skuad nasional.
"Kemudian, dari para pemain sepak bola, sekarang juga banyak terdapat pemain keturunan. Saat ini, Indonesia memiliki cukup banyak pemain keturunan," kata Chanathip.
Baca Juga: Timnas Indonesia Lolos Dramatis, Erick Thohir Singgung 'Apa yang Terjadi di Sini dan di Tempat Lain'
Pengamatan tersebut tidak berhenti pada jumlah pemain keturunan. Chanathip juga melihat pengalaman mereka bermain di kompetisi dengan level tinggi sebagai faktor yang membuat Indonesia memiliki kekuatan berbeda.
"Mereka juga bermain di liga dengan level yang sangat tinggi. Tentu saja, mereka memiliki kekuatan fisik serta kemampuan dan keterampilan yang sangat baik," ucapnya.
Penilaian tersebut terasa menarik jika melihat kembali perjalanan Chanathip melawan Indonesia. Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, ia bahkan pernah menjadi sosok yang menyulitkan Garuda, termasuk ketika Thailand menghadapi Indonesia di final Piala AFF 2020.
Dalam leg pertama final tersebut, Chanathip mencetak dua gol ketika Thailand menang telak 4-0 atas Indonesia di Singapura. Hasil itu kemudian menjadi bagian penting dari kemenangan agregat 6-2 Thailand atas Garuda.
Secara keseluruhan, Chanathip sudah enam kali menghadapi Indonesia sebelum final 2026. Rekornya sangat berpihak kepada Thailand dengan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari skuad Garuda.
Namun, catatan tersebut kini memasuki babak baru. Chanathip tidak hanya kembali bertemu Indonesia setelah penantian panjang, tetapi juga menghadapi skuad yang menurutnya memiliki kualitas dan komposisi berbeda.
Karena itu, pemain yang pernah berkarier di Jepang tersebut justru mengaku antusias menyambut pertemuan terbaru dengan Garuda. Ia mengatakan Thailand sudah cukup lama menantikan kesempatan untuk kembali menghadapi Indonesia.
"Saya merasa senang, sangat senang, bahwa besok akhirnya kami akan bertemu dengan mereka. Kami sudah menunggu selama beberapa waktu untuk bisa bertemu dengan mereka lagi," ujar Chanathip.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi pertemuan yang mempertemukan kembali pengalaman lama Chanathip dengan wajah baru Timnas Indonesia. Setelah satu dekade melewati berbagai duel, kapten Thailand itu kini harus membuktikan apakah pengalaman masa lalu masih cukup untuk menghadapi Garuda yang telah berubah.