10 Kesalahan Menyimpan Daging Matang dan Mentah dalam Satu Kulkas, Jangan Diabaikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373375/original/056805500_1791963884-Gemini_Generated_Image_1cfvkr1cfvkr1cfv.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Menyimpan bahan makanan di kulkas merupakan kebiasaan penting untuk menjaga kesegaran dan memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Meski terlihat sederhana, penempatan bahan pangan secara sembarangan dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang, terutama saat daging mentah berada dekat makanan siap santap. Memahami kesalahan menyimpan daging matang dan mentah dalam satu kulkas membantu menjaga keamanan hidangan, sekaligus mengurangi potensi gangguan kesehatan bagi keluarga.
Sebagian orang menganggap suhu dingin sudah cukup untuk melindungi seluruh bahan makanan dari bakteri. Padahal, pendinginan hanya memperlambat pertumbuhan banyak mikroorganisme, bukan menghilangkan seluruh risiko kontaminasi. Mengenali kesalahan menyimpan daging matang dan mentah dalam satu kulkas menjadi langkah penting supaya makanan tetap aman dikonsumsi, terutama saat berbagai bahan pangan disimpan bersamaan.
Selain memisahkan bahan mentah dari hidangan matang, kebiasaan memeriksa suhu kulkas, membersihkan permukaan penyimpanan dan memperhatikan batas waktu konsumsi juga tidak boleh diabaikan. Pengelolaan bahan makanan secara tepat juga membantu mempertahankan kualitas hidangan, serta mencegah perpindahan bakteri berbahaya. Melalui pemahaman kesalahan menyimpan daging matang dan mentah dalam satu kulkas, maka setiap orang dapat menerapkan cara penyimpanan lebih higienis tanpa harus menggunakan kulkas terpisah.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).
1. Meletakkan Daging Mentah di Atas Makanan Matang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373376/original/065316800_1791963884-Gemini_Generated_Image_pil2onpil2onpil2.jpg)
Perbesar
Salah satu kesalahan paling umum adalah menempatkan daging mentah di rak bagian atas, sementara makanan matang berada di bawahnya. Cairan dari daging mentah dapat menetes ke makanan siap santap, terutama jika kemasan bocor atau tidak tertutup rapat.
Kondisi ini berisiko menyebabkan kontaminasi silang. Makanan matang biasanya tidak akan dimasak kembali sebelum dikonsumsi sehingga bakteri yang berpindah tidak memperoleh tahap pemanasan untuk membantu membunuhnya.
Cara menghindarinya: Simpan daging mentah di rak paling bawah dalam wadah tertutup rapat dan tahan bocor. Letakkan makanan matang di rak atas atau area terpisah agar tidak terkena tetesan cairan.
2. Menyimpan Kedua Jenis Daging dalam Wadah Terbuka
Daging mentah dan matang yang disimpan tanpa penutup lebih rentan mengalami kontaminasi. Selain memungkinkan cairan atau percikan berpindah, wadah terbuka juga membuat makanan lebih mudah terpapar kotoran dari bahan lain di dalam kulkas.
Makanan matang yang tidak ditutup dapat menyerap bau dari bahan makanan lain dan lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Sementara itu, cairan daging mentah berpotensi mencemari rak maupun wadah di sekitarnya.
Cara menghindarinya: Gunakan wadah bersih bertutup rapat. Jika tidak tersedia, pakai pembungkus khusus makanan yang aman dan pastikan tidak ada celah bagi cairan untuk keluar.
3. Menganggap Suhu Dingin Bisa Membunuh Semua Bakteri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538025/original/013830100_1774499039-Memindahkan_daging_dari_freezer_ke_rak_bawah_kulkas__Gemini_AI_.jpg)
Perbesar
Kulkas berfungsi memperlambat pertumbuhan banyak mikroorganisme, bukan mensterilkan makanan. Sebagian bakteri tetap dapat bertahan pada suhu dingin, sehingga daging mentah yang disimpan berdekatan dengan makanan matang masih berpotensi menimbulkan kontaminasi.
Kesalahan ini dapat membuat seseorang mengabaikan pemisahan bahan makanan hanya karena semuanya sudah berada di dalam kulkas. Padahal, pengaturan suhu dan penempatan makanan merupakan dua langkah keamanan pangan yang perlu dilakukan bersamaan.
Cara menghindarinya: Atur suhu kulkas pada 4°C atau lebih rendah dan gunakan termometer kulkas jika memungkinkan. Pisahkan daging mentah dari makanan siap santap meskipun suhu penyimpanan sudah sesuai.
4. Tidak Memisahkan Daging Berdasarkan Kondisinya
Daging mentah, daging yang sudah dimasak, dan makanan siap santap memiliki kebutuhan penanganan berbeda. Menempatkan semuanya dalam satu wadah atau rak tanpa pemisahan dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri.
Sebagai contoh, ayam mentah yang diletakkan bersebelahan dengan daging panggang matang dapat mencemari makanan tersebut jika cairannya bocor. Risiko serupa juga muncul ketika daging matang bersentuhan langsung dengan talenan atau wadah bekas daging mentah yang belum dibersihkan.
Cara menghindarinya: Gunakan wadah terpisah dan beri label apabila diperlukan. Pastikan daging matang tidak bersentuhan langsung dengan daging mentah, baik saat disimpan maupun ketika dipindahkan.
5. Memasukkan Daging Matang ke Kulkas Terlalu Lama Setelah Dimasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373377/original/073388600_1791963884-Gemini_Generated_Image_pil2onpil2onpil2.jpg)
Perbesar
Membiarkan daging matang berada pada suhu ruang terlalu lama merupakan kesalahan lain yang perlu dihindari. Setelah proses memasak selesai, makanan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri apabila dibiarkan dalam kondisi hangat selama berjam-jam.
Menurut pedoman keamanan pangan umum, makanan mudah rusak sebaiknya segera didinginkan dan dimasukkan ke kulkas dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak. Jika suhu lingkungan berada di atas 32°C, batas waktunya menjadi satu jam.
Cara menghindarinya: Bagi daging matang ke dalam wadah dangkal agar lebih cepat dingin, lalu segera simpan di kulkas. Tidak perlu menunggu makanan benar-benar dingin di suhu ruang sebelum memasukkannya.
6. Menggunakan Wadah yang Sama untuk Daging Mentah dan Matang
Memindahkan daging matang ke piring bekas daging mentah tanpa mencucinya terlebih dahulu dapat menyebabkan kontaminasi silang. Bakteri dari daging mentah bisa berpindah ke permukaan wadah, lalu mencemari makanan matang yang sudah siap dikonsumsi.
Kesalahan serupa juga terjadi ketika seseorang memakai pisau, penjepit, atau talenan yang sama tanpa membersihkannya setelah bersentuhan dengan daging mentah.
Cara menghindarinya: Gunakan wadah dan peralatan terpisah untuk daging mentah serta matang. Jika harus memakai peralatan yang sama, cuci terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir sebelum digunakan kembali.
7. Tidak Memperhatikan Lama Penyimpanan Daging Matang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566464/original/084591100_1777186450-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal_Model_Menyusun_Ulang_Isi_Kulkas.jpg)
Perbesar
Menyimpan daging matang terlalu lama dapat menurunkan kualitas makanan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Suhu dingin memang memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak membuat makanan aman dikonsumsi tanpa batas waktu.
Sebagai panduan umum, daging matang dan sisa makanan yang disimpan pada suhu kulkas maksimal 4°C sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 3–4 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, pembekuan dapat menjadi pilihan, asalkan makanan dikemas dengan baik.
Cara menghindarinya: Beri label tanggal pada wadah dan gunakan prinsip first in, first out, yaitu mengonsumsi makanan yang lebih dahulu disimpan. Buang makanan jika penyimpanannya diragukan, terutama apabila sempat berada terlalu lama pada suhu ruang.
8. Mencairkan Daging Beku di Dekat Makanan Matang
Daging beku yang dicairkan di rak kulkas tanpa wadah penampung dapat mengeluarkan cairan. Jika cairan tersebut mengenai makanan matang atau bahan siap santap, kontaminasi silang dapat terjadi.
Mencairkan daging di meja dapur juga berisiko apabila bagian luarnya berada terlalu lama pada suhu ruang, meskipun bagian tengahnya masih beku.
Cara menghindarinya: Cairkan daging di dalam wadah tertutup pada rak bawah kulkas. Pilihan lainnya adalah menggunakan microwave atau air dingin dengan prosedur yang tepat, lalu segera memasaknya setelah pencairan menggunakan metode tersebut.
9. Membiarkan Rak Kulkas Kotor akibat Cairan Daging
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237640/original/085634700_1748600876-side-view-woman-holding-meat.jpg)
Perbesar
Cairan dari daging mentah dapat mencemari rak, laci, atau permukaan wadah. Jika tidak segera dibersihkan, permukaan tersebut berpotensi menjadi sumber kontaminasi bagi makanan lain yang disimpan di dekatnya.
Membersihkan kulkas hanya ketika terlihat sangat kotor bukan kebiasaan ideal. Tetesan cairan kecil pun perlu ditangani secepatnya, terutama jika berasal dari daging mentah.
Cara menghindarinya: Segera bersihkan tumpahan menggunakan air dan sabun, lalu gunakan produk sanitasi yang aman untuk permukaan kontak makanan sesuai petunjuk label. Cuci tangan setelah menangani daging mentah dan sebelum menyentuh makanan siap santap.
10. Tidak Memeriksa Suhu Kulkas secara Berkala
Kulkas yang terlalu hangat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan mudah rusak. Pengaturan suhu berdasarkan perkiraan saja berisiko membuat penyimpanan tidak berada pada kondisi ideal, terutama saat kulkas sering dibuka atau terlalu penuh.
Suhu yang tidak stabil juga dapat memengaruhi keamanan daging matang maupun mentah. Karena itu, pengaturan rak saja tidak cukup apabila suhu kulkas tidak terjaga.
Cara menghindarinya: Pastikan suhu kulkas berada pada 4°C atau lebih rendah dan freezer pada sekitar −18°C. Hindari memasukkan terlalu banyak bahan makanan hingga menghambat sirkulasi udara dingin.
Apakah daging matang dan mentah boleh disimpan dalam satu kulkas?
Boleh, asalkan keduanya disimpan secara terpisah. Daging mentah sebaiknya ditempatkan dalam wadah tertutup rapat di rak paling bawah, sedangkan daging matang diletakkan di bagian atas agar terhindar dari tetesan cairan mentah.
Apa risiko mencampur penyimpanan daging matang dan mentah?
Risiko utamanya adalah kontaminasi silang, yaitu perpindahan bakteri dari daging mentah ke makanan matang. Jika makanan tersebut langsung dikonsumsi tanpa pemanasan memadai, bakteri berbahaya dapat menyebabkan penyakit akibat pangan.
Mengapa daging mentah harus diletakkan di rak paling bawah kulkas?
Posisi tersebut membantu mencegah cairan daging mentah menetes ke makanan lain. Gunakan wadah tahan bocor sebagai perlindungan tambahan, terutama untuk ayam mentah atau daging berair.
![]()
![]()
Silvia Estefina Subitmele, Septika ShidqiyyahTim Redaksi
Copy Link
Batalkan